Senin, 25 Apr 2016 10:58 WIB

Minum Air Es Saat Hamil Bikin Bayi Lahir Besar, Mitos atau Fakta?

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Saat sedang hamil, mungkin Anda akan banyak mendengar saran-saran dari orang sekitar. Salah satunya mungkin menyarankan agar Anda menghindari minum air es. Alasannya air es bisa membuat bayi lahir terlalu besar. Benarkah saran ini?

Dari buku 'Mitos atau Fakta Air dan Hidrasi' yang ditulis oleh dt Sudung O Pardede, SpA(K), Prof Dr Ir Hardinsyah, MS, dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH, dan dr Budi Iman Santoso, SpOG(K) dijelaskan sebenarnya bayi yang lahir besar dipengaruhi oleh banyak hal. Genetika, penyakit yang dimiliki ibu, nutrisi, dan kehamilan lebih bulan bisa berkontribusi pada besarnya bayi saat lahir.

"Tidak ada hubungan antara minum air es dengan berat badan lahir bayi, namun minumlah air yang benar-benar matang untuk kesehatan bayi," demikian disebutkan dalam buku tersebut.

Baca juga: Ini Alasannya Minum Air Cukup Sangat Penting Bagi Perempuan

Namun jika air es tersebut dicampur dengan sirop yang manis atau minuman manis lainnya dan dikonsumsi secara terus-menerus, bisa meningkatkan risiko diabetes pada ibu. Nah,  jika gula darah ibu terlalu tinggi maka akan membuat janin terlalu besar sehingga bisa lahir lebih cepat atau harus dilahirkan dengan cara caesar.

Selain itu kualitas air ketuban juga bisa berpengaruh pada berat badan bayi saat lahir. Jika plasenta dan air ketuban baik dan janin tidak memiliki masalah (penyakit), maka penyerapan nutrisi juga akan berlangsung dengan baik pula. Sehingga tidak ada masalah dengan berat badan bayi.

Nah, kecukupan air ketuban dipengaruhi oleh hidrasi ibu. Untuk ibu hamil disarankan minum lebih banyak agar mendukung sirkulasi janin, produksi cairan ketuban, serta volume darah yang meningkat. Umumnya ibu hamil dianjurkan minum minimal 8-10 gelas air setiap hari.

"Air ketuban akan berkurang seiring berkurangnya usia kehamilan, sebab fungsi plasenta menurun. Karena itu fungsi air urine janin terganggu. Ini merupakan tanda alami yang nantinya bisa menyebabkan kelahiran spontan. Karena janin stres, lalu terjadi kontraksi, kemudian lahir," kata Dr dr Budi Wiweko SpOG(K) dari Klinik Yasmin Kencana, RS Cipto Mangunkusumo, dalam sebuah acara di Gran Sahid Jaya Hotel, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (23/4/2016).

Baca juga: Riset: 2 Cangkir Kopi Sebelum Hamil Bisa Tingkatkan Risiko Keguguran

(vit/vit)