Selasa, 12 Jul 2016 12:04 WIB

Tak Selalu Positif, Kebanyakan Minum Suplemen Justru Bahayakan Ibu Hamil

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Dengan alasan ingin mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan janin, ibu hamil biasanya memilih untuk mengonsumsi berbagai macam suplemen dan vitamin. Padahal berlebihan seperti ini justru tak dianjurkan.

Seperti dikutip dari BBC pada Selasa (12/7/2016), dalam Drug and Therapeutics Bulletin peneliti menuliskan bahwa berdasarkan beberapa bukti yang ada faktanya konsumsi terlalu banyak suplemen tidak terlalu berefek positif meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.

Menurut tim peneliti, beberapa suplemen yang dibutuhkan oleh ibu hamil di antaranya adalah asam folat dan vitamin D. Namun selebihnya bisa didapatkan ibu hamil cukup dari asupan makanan sehari-hari, termasuk dari buah dan sayuran.

Baca juga: Cara Tepat Mengenakan Seat Belt di Mobil Bagi Ibu Hamil

Asam folat jika dikonsumsi dengan cukup dapat melindungi janin dari risiko cacat sistem saraf pusat seperti spina bifida. Sementara itu, asupan vitamin D diperlukan guna menjaga kesehatan tulang ibu dan janin. Biasanya dokter kandungan akan memberikan suplemen ini, meskipun ibu bisa mendapatkannya dari sumber alami.

Sayangnya, tak sedikit wanita justru memilih untuk mengonsumsi berbagai jenis suplemen lainnya, termasuk vitamin A. Padahal peneliti mengungkapkan bahwa konsumsi berlebihan vitamin A justru dapat membahayakan kesehatan janin.

"Kami ingin supaya wanita yang sedang hamil untuk lebih memilih mendapatkan asupan nutrisi dari diet sehat dan bervariasi, termasuk dari asupan buah dan sayuran segar, di samping mengonsumsi suplemen secara asal dan berlebihan," tutur Janet Fyle, dari Royal College of Midwives.

Fyle juga menegaskan bahwa wanita hamil tak selalu harus mengonsumsi makanan dalam dua porsi alias dobel. Menurutnya informasi tersebut hanya mitos. "Yang diperlukan wanita hamil adalah makanan dengan jumlah yang seimbang dan normal, tak perlu dilebihkan," terangnya.

Baca juga: Tak Bisa Bersalin Normal Jika Sebelumnya Sudah Pernah Caesar, Benarkah? (ajg/fds)