Minggu, 19 Feb 2017 12:00 WIB

Lebih Sering Morning Sickness? Bisa Jadi Bayi Anda Perempuan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Ada banyak mitos di Indonesia yang dianggap bisa menentukan jenis kelamin si janin. Misalnya ibu hamil yang 'ngeboan' dianggap sedang mengandung bayi laki-laki, atau ibu hamil yang gemar berdandan identik mengandung bayi perempuan.

Tetapi sebenarnya itu hanyalah mitos. Hanya saja, sebuah riset mengatakan jenis kelamin si janin memang dapat berdampak langsung pada kesehatan si ibu.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Brain, Behavior and Immunity tersebut mengatakan, wanita yang tengah mengandung bayi perempuan cenderung mengalami peradangan lebih tinggi pada tubuhnya sehingga lebih 'menderita' selama kehamilan.

Untuk studi ini, tim peneliti dari Ohio State University Wexner Medical Center mengamati 80 wanita yang sedang mengandung, terutama perbedaan level indikator imunitas mereka yang disebut 'cytokines'. Ini adalah molekul yang berperan dalam pemberian respons imun.

Level cytokines diambil dalam dua sampel; dari sampel darah dan sampel sel-sel imun yang kemudian dipapari bakteri di lab.

Peneliti tidak menemukan perbedaan level cytokines pada darah ibu-ibu hamil tersebut. Akan tetapi ibu yang sedang mengandung janin perempuan memiliki lebih banyak cytokines yang pro-peradangan ketika terpapar bakteri.

Dibandingkan pada ibu yang mengandung janin laki-laki, cytokines yang terlihat pada tubuh mereka tidak sebanyak itu.

Baca juga: Mitos yang Berkaitan dengan Jenis Kelamin Bayi

Hal ini karena jenis kelamin bayi berpengaruh terhadap respons imun si ibu hamil, dan wanita yang tengah mengandung janin perempuan memperlihatkan respons imun yang lebih tinggi daripada janin laki-laki. Bahkan kondisi ini juga berperan pada perbedaan morning sickness dan kebiasaan ngidam pada ibu hamil.

Peradangan sendiri merupakan bagian penting dalam respons imun tubuh ketika dihadapkan pada ancaman seperti virus dan bakteri. Tetapi bila tubuh mengalami peradangan berlebih, tubuh akan menjadi 'stres' sehingga memicu gejala yang lumrah ditemukan pada orang hamil, seperti morning sickness, kelelahan dan nyeri di sekujur tubuh.

"Temuan ini bisa diharapkan memberi panduan pada ibu dan dokter kandungan untuk mengenali faktor yang mempengaruhi respons tubuh ibu hamil saat dihadapkan pada tantangan-tantangan yang berbeda selama masa kehamilan," kata peneliti, Amanda Mitchell seperti dilaporkan Science Daily.

Kendati demikian, beberapa studi sebelumnya mengatakan secara umum janin laki-lakilah yang dikaitkan dengan kehamilan dan persalinan berisiko. Hal ini karena janin laki-laki tumbuh lebih cepat daripada janin perempuan, sehingga si ibu sangat rentan kekurangan nutrisi, semacam 'dirampok' oleh si janin.

Baca juga: Aneka Cara yang Diyakini Bisa Tentukan Jenis Kelamin Janin (lll/up)
News Feed