Menanggapi Travel Health Notice yang diterbitkan CDC AS terkait Zika di Bali, Kementerian Kesehatan RI menyampaikan klarifikasi. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Andi Saguni mengatakan hingga saat ini belum ada laporan kasus Zika yang terdeteksi di Provinsi Bali.
Ia mengatakan, pemantauan melalui sejumlah sistem surveilans juga belum menemukan adanya kasus Zika. Salah satunya melalui surveilans sentinel arbovirosis yang memantau dengue, Zika, dan chikungunya.
heboh soal travel alert dari CDC AS soal virus zika di Bali Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth |
Selain itu, surveilans sindrom Penyakit Infeksi Emerging (PIE) yang dilakukan di 21 rumah sakit juga belum mendeteksi kasus Zika.
Terkait laporan wisatawan yang dinyatakan positif Zika setelah berkunjung ke Bali, Andi menyebut informasi tersebut sebelumnya merujuk pada buletin European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) pada minggu ke-16 atau periode 11-17 April 2026.
Dalam laporan tersebut, disebutkan wisatawan asal Prancis dan Jerman dinyatakan positif Zika setelah melakukan perjalanan ke Bali. Namun, informasi yang disampaikan tidak merinci lokasi yang mereka kunjungi selama berada di Bali.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali kemudian melakukan verifikasi dan tidak menemukan adanya kasus Zika yang berkaitan dengan wisatawan tersebut.
"Saat berita buletin ECDC dinaikkan lagi oleh CDC Amerika Serikat, langsung ditindaklanjuti melalui pertemuan dengan CDC Indonesia dan CDC Amerika Serikat," ujar Andi.
Hingga 10 Agustus 2026 pukul 21.00 WIB, Indonesia juga belum menerima notifikasi melalui mekanisme International Health Regulations (IHR) dari Prancis maupun Jerman terkait kasus Zika tersebut.
"Tidak ada bukti," tegas Andi.
(suc/up)











































