Infografis: Negara Asia Tenggara dengan Tingkat Obesitas Terendah hingga Tertinggi

Infografis

Infografis: Negara Asia Tenggara dengan Tingkat Obesitas Terendah hingga Tertinggi

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 01 Okt 2026 06:03 WIB
Daftar negara Asia tenggara dengan tingkat obesitas rendah dan tertinggi
Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth
Jakarta - Asia Tenggara merupakan kawasan yang dihuni lebih dari 680 juta orang dan mencakup negara-negara dengan gaya hidup, pola makan, kondisi ekonomi, serta masalah kesehatan yang sangat beragam. Salah satu cara untuk melihat perbedaan tersebut adalah melalui prevalensi obesitas pada orang dewasa.

Berdasarkan angka yang bersumber dari data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), negara-negara di Asia Tenggara dapat diurutkan berdasarkan persentase orang dewasa yang mengalami obesitas, mulai dari yang terendah hingga tertinggi.

Dikutip dari Seasia Stats, Vietnam berada di posisi terendah dengan angka obesitas orang dewasa sebesar 2,5 persen. Selanjutnya, Timor-Leste tercatat sebesar 3,3 persen dan Kamboja sebesar 4,9 persen. Ketiga negara tersebut memiliki persentase obesitas orang dewasa paling rendah dalam daftar kawasan ini.

Berikutnya adalah Myanmar dengan angka obesitas orang dewasa sebesar 8,3 persen, disusul Laos sebesar 9,0 persen. Filipina memiliki angka 9,7 persen dan menempati posisi keenam dalam daftar. Meskipun persentasenya lebih tinggi dibandingkan Vietnam, Timor-Leste, dan Kamboja, angka tersebut masih berada di bawah sejumlah negara Asia Tenggara lainnya.

Daftar negara Asia tenggara dengan tingkat obesitas rendah dan tertinggiDaftar negara Asia tenggara dengan tingkat obesitas rendah dan tertinggi Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth

Indonesia berada di posisi berikutnya dengan angka obesitas orang dewasa sebesar 12,0 persen berdasarkan data yang digunakan. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara, Indonesia mengalami perubahan besar dalam hal urbanisasi, pola konsumsi makanan, dan gaya hidup.

WHO mengidentifikasi perubahan pola makan, urbanisasi, serta kurangnya aktivitas fisik sebagai sejumlah faktor penting yang berkontribusi terhadap meningkatnya beban kelebihan berat badan dan obesitas di kawasan tersebut.

Selanjutnya terdapat Thailand dengan angka obesitas orang dewasa sebesar 15,5 persen dan Singapura sebesar 16,8 persen. Kedua negara tersebut mengalami perkembangan ekonomi dan urbanisasi yang cukup pesat, yang turut disertai perubahan pola makan dan aktivitas fisik sehari-hari.

Di posisi yang lebih tinggi terdapat Malaysia dengan angka 23,6 persen, kemudian Brunei dengan 37,7 persen. Berdasarkan angka yang digunakan, Brunei memiliki persentase obesitas orang dewasa tertinggi di antara 11 negara Asia Tenggara yang tercantum dalam daftar.

Perlu diingat bahwa statistik obesitas merupakan estimasi dan bukan hasil pengukuran terhadap setiap individu di suatu negara. WHO mendefinisikan obesitas pada orang dewasa berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) 30 kg/m² atau lebih. Data tersebut juga menggunakan penyesuaian berdasarkan usia (age-standardized) agar perbandingan antarpopulasi menjadi lebih bermakna.

Secara keseluruhan, angka tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang cukup besar di antara negara-negara Asia Tenggara, mulai dari 2,5 persen di Vietnam hingga 37,7 persen di Brunei. Data tersebut juga menunjukkan bahwa obesitas semakin menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat di kawasan yang secara historis memiliki prevalensi obesitas lebih rendah.

WHO menyebut Asia Tenggara sedang mengalami transisi nutrisi, yaitu perubahan pola konsumsi dan kondisi gizi yang terjadi seiring dengan perkembangan ekonomi dan urbanisasi. Perubahan pola makan serta kurangnya aktivitas fisik turut berkontribusi terhadap meningkatnya angka kelebihan berat badan dan obesitas di kawasan tersebut.


(suc/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads