Selasa, 20 Mar 2018 23:03 WIB

Satu Lagi Alasan untuk Rajin Olahraga: Biar Tak Cepat Pikun

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Risiko Alzheimer bisa dicegah dengan rajin olahraga (Foto: ilustrasi/thinkstock) Risiko Alzheimer bisa dicegah dengan rajin olahraga (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Tak ada alasan buruk untuk tetap menjaga kebugaranmu hingga usia, termasuk para wanita. Menurut Alzheimer's Disease International, diperkirakan nyaris 50 juta orang di dunia terdiagnosis Alzheimer, dan sebagian besar adalah wanita.

Alzheimer's merupakan penyakit progresif yang merusak memori dan fungsi mental penting lainnya. Biasanya pengidap alzheimer's secara perlahan akan melupakan hal atau orang penting di dalam hidupnya kemudian mengalami perubahan kepribadian yang dramatis, menurut Mayo Clinic.

Wanita yang tetap rutin menjaga kebugarannya hingga usia tua memiliki sedikit kemungkinan akan terkena alzheimer daripada wanita yang berusaha keras untuk berolahraga meski sedikit, menurut studi yang baru dipublikasikan Rabu lalu.



Studi yang dilaksanakan oleh tim dari Gothenburg University Swedia tersebut mengungkapkan bahwa wanita yang bugar 90 persen lebih mungkin untuk tidak mengidap alzheimer. Dalam kasus ini, yang dimaksud bugar dengan olahraga tiap hari, bukan bagi para atlet.

Mereka juga menyatakan bahwa tak hanya olahraga yang dapat mencegah penyakit tersebut, kemungkinan besar juga karena disebabkan orang-orang yang berisiko tinggi alzheimer sudah menampakkan beberapa gejala fisik beberapa dekade lebih awal.

Para wanita lanjut usia yang mulai kesusahan untuk berjalan bisa menjadi tanda bahaya. Para peneliti dari Swedia tersebut menemukan bahwa hal tersebut mengindikasikan adanya proses kardiovaskular yang berlawanan yang berisiko tinggi menjadi alzheimer.

"Penemuan ini sangat menarik karena sangat mungkin bahwa meningkatkan kebugaran kardiovaskular orang-orang usia paruh baya dapat menunda atau bahkan mencegah mereka dari terkena alzheimer," kata Helena Hörder, salah satu peneliti studi tersebut, demikian dikutip dari NBC.

Bagaimanapun, lanjutnya, studi ini tidak menunjukkan sebab-akibat antara kebugaran kardiovaskular dengan alzheimer. Laura Baker dari Wake Forest School of Medicine di North Carolina menambahkan, bugar yang dimaksud bukan benar-benar bugar, namun masih mampu mengendari sepeda selama beberapa menit, misalnya.

Baker mengatakan bahwa berolahraga bekerja lebih luas ketimbang obat-obatan. "(Olahraga) meningkatkan aliran darah, tak hanya ketika kamu sedang melakukannya namun saat kamu beristirahat juga," paparnya.

"Olahraga membuka pembuluh darah. Dan membantunya (pembuluh darah) tetap bersih sehingga kamu mendapatkan aliran yang baik."



Olahraga menurunkan tekanan darah, meningkatkan level kolesterol baik, dan mendorong sistem imun. Plus, dapat memperlambat penciutan otak yang terjadi selama proses penuaan serta mencegah penyumbatan dan pengusutan sel otak yang mengakibatkan alzheimer.

Baker mengaku ia kerap mendapatkan pertanyaan apakah memulai olahraga pada umur paruh baya sudah terlambat untuk melakukannya, dan ia menjawab tidak dan kita bisa mulai kapanpun.

"Kami tahu kamu tak perlu berolahraga terlalu keras. Tak perlu berolahraga seperti para atlet," tandasnya.

(up/up)
News Feed