Rabu, 18 Apr 2018 08:35 WIB

Sarah Sellers, Satu Lagi Bukti Nyata Sibuk Kerja Tetap Bisa Olahraga

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sehari-hari, Sarah Sellers (paling kanan) bekerja sebagai perawat anestesi. (Foto: Getty Images) Sehari-hari, Sarah Sellers (paling kanan) bekerja sebagai perawat anestesi. (Foto: Getty Images)
Jakarta - Yuki Kawauchi, seorang pegawai di Jepang mencuri perhatian dunia dengan menjuarai Boston Marathon 2018. Selain Yuki ada satu nama lagi yang punya kisah serupa, ialah Sarah Sellers.

Perempuan berusia 26 tahun ini adalah runner up full marathon di kategori wanita, di ajang yang sama. Di tengah guyuran hujan sepanjang lomba, Sellers mampu menyelesaikan jarak 42,195 km dalam waktu 2 jam 44 menit 04 detik, persis di belakang Desiree Linden pelari Amerika Serikat pertama yang menjuarai lomba ini sejak 1985.

Sama seperti Yuki, Sellers bukan atlet full time yang berlatih sepanjang waktu. Pekerjaan utamanya adalah seorang perawat anestesi, yang sehari-hari harus masuk kerja pukul 06.30 di Banner Health Centre, Arizona.

Tanpa pelatih dan tanpa sponsor, Sellers benar-benar hanya meluangkan waktu di sela kesibukannya untuk mempersiapkan diri. Ia menyempatkan diri untuk latihan pada pukul 4 pagi, atau malam pukul 8 sepulang ia bekerja.

Sebagai pelari 'amatir' Sellers tidak pernah menargetkan untuk menang di Boston Marathon, sekalipun sebagai runner up. Ia mendaftar hanya ikut-ikutan adik laki-lakinya, Ryan Callister yang dalam lomba itu finish dalam waktu 4 jam 48 menit 20 detik.

"Jelas kondisinya adalah wild card yang semua orang menghadapi, tapi saya pikir ini jadi keuntungan buat saya," katanya, dikutip dari Washingtonpost.

Kisah Yuki dan Sellers menjadi bukti nyata bahwa sibuk bekerja bukan alasan untuk tidak olahraga. Selalu ada waktu untuk itu, dan jika memang tidak ada maka luangkanlah waktu karena sehat adalah segala-galanya.



(up/up)
News Feed