Kamis, 17 Mei 2018 03:30 WIB

Saran Dokter Agar Olahraga Tak Bikin Puasa Batal

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Puasa bukan alasan untuk tidak olahraga (Foto: thinkstock) Puasa bukan alasan untuk tidak olahraga (Foto: thinkstock)
Jakarta - Bulan Ramadan memang bulan yang unik bagi umat muslim, karena di bulan itu seluruh muslim diwajibkan berpuasa satu bulan penuh. Mulai dari terbit fajar hingga tenggelam, tidak diperbolehkan makan ataupun minum.

Meski puasa, dr Dante Saksono Harbuwono, SpPD-KEMD, PhD mengatakan olahraga tetap harus dilakukan. Agar puasa tak batal karena olahraga, durasi olahraga yang diperlukan juga tidak harus lama seperti olahraga di hari biasanya.



"Cukup 60 hingga 80 persen dari durasi olahraga biasanya, jika biasanya lari 10 kilometer maka cukup melakukan 6 hingga 8 kilometer saja ketika berpuasa" ucap dr Dante, pada acara Workshop How to Train Effectively During Ramadan, di onthree Senopati Suites, baru-baru ini.

Olahraga yang dimaksud dr Dante juga tidak harus yang berat-berat, yang ada puasanya batal karena kelelahan. Cukup lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, lari, ataupun melakukan beberapa gerakan senam.

"Salah pemahaman kalau olahraga membuat puasa bikin lemas, yang penting (olahraga) secara teratur," ungkap dr Dante, yang juga menggemari olahraga lari.

Perlu diingat juga, pola makan juga harus yang benar agar olahraga yang dilakukan tidak sia-sia. Jangan sampai berpikiran karena sudah berolahraga maka boleh memakan semua makanan saat berbuka puasa.

"Hindarkan makanan yang berminyak dan banyak mengandung garam, mengkibatkan banyak kencing. Mengonsumsi cairan 2,5 liter dalam sehari di cicil dari setelah berbuka puasa," tutupnya.

(mrs/up)
News Feed