Selasa, 11 Des 2018 07:41 WIB

Tentang Vipassana, Teknik Meditasi Kuno yang Bikin Bos Twitter Diserang

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Vipassana merupakan teknik meditasi kuno dari India (Foto: thinkstock) Vipassana merupakan teknik meditasi kuno dari India (Foto: thinkstock)
Jakarta - CEO dan pendiri Twitter, Jack Dorsey, diserang setelah membagikan kisahnya menjalankan meditasi Vipassana di Myanmar. Terlepas dari kontroversi tersebut, Vipassana dikenal sebagai teknik meditasi yang menenangkan.

Dikutip dari dhamma.org, teknik Vipassana berarti melihat segala sesuatu sebagaimana adanya. Ini adalah teknik meditasi paling kuno dari India, diajarkan oleh Buddha Gotama lebih dari 2.500 tahun lalu.

Teknik ini diajarkan oleh rantai para guru yang tidak terputus sejak zaman Buddha. Guru saat ini, seperti dikutip dari dharma.org, adalah Tuan SN Goenka, keturunan India yang lahir dan tumbuh di Myanmar.

Sebagaimana dikisahkan Jack, teknik ini diajarkan lewat kursus selama 10 hari. Ada berbagai tahapan yang dilalui, yang diklaim dapat digunakan untuk mengembangkan pikiran yang sehat.



Salah satu indikasi ketenangan yang dialami Jack saat menjalani teknik meditasi ini diungkapnya lewat catatan denyut jantung (heart rate) yang terekam oleh Apple Watch miliknya.

"Denyut jantung saat istirahat saya konsisten di bawah 40 bpm (beats per minute)," sebut Jack dalam akun twitternya, baru-baru ini.

Lalu kenapa Jack diserang? Sepertinya memang tidak terkait langsung dengan teknik meditasi yang dilakukannya, tetapi karena mempromosikan Myanmar dan dianggap mengabaikan penderitaan minoritas muslim Rohingya yang ditekan rezim militer di negara tersebut.

"Jeritan Rohingya tidak merusak ketenangan tersebut? Pasti butuh disiplin untuk mengabaikan 'horor' tersebut," sindir seorang follower, menanggapi cerita Jack soal meditasi Vipassana.

(up/fds)
News Feed