Kamis, 07 Feb 2019 15:00 WIB

Viral Ngamuk Saat Ditilang, Gangguan Jiwa atau Cuma Gejolak 'Darah Muda'?

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Seorang pemuda membanting motor sendiri karena tak terima kena tilang (Foto: Dok. Istimewa) Seorang pemuda membanting motor sendiri karena tak terima kena tilang (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Baru-baru ini ramai video seorang pria yang mengamuk hingga membanting motornya karena ditilang polisi. Pria tersebut diketahui berinisial AS (20). AS yang pergi bersama wanita yang diduga pacarnya ini mengamuk saat ditilang, akan tetapi polisi dalam video tersebut tampak adem-adem saja.

Memang mudah untuk menghakimi apa yang terjadi dalam sebuah video yang tersebar luas di dunia maya, sebab kita sendiri belum tahu 100 persen kejadian yang sebenarnya. Karena itu, detikHealth menanyakan kepada sejumlah ahli mengenai kemungkinan yang membuat seseorang bertindak agresif seperti yang dilakukan AS.

Dijelaskan oleh Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel, kemungkinan memendam emosi atau masalah bisa saja penyebab seseorang meledak-ledak.

"Teori Frustrasi Agresi: orang yang putus asa dan sejenisnya bisa menyalurkannya ke dalam perilaku kekerasan. Bisa langsung ke objek/subjek yang memunculkan perasaan frustrasi, bisa pula dialihkan ke sosok pengganti. Displacement, istilahnya," ungkapnya kepada detikHealth.

Sebelumnya, Reza sempat menyinggung kemungkinan intermittent explosive disorder yakni masalah kejiwaan yang memicu episode mendadak dari perilaku impulsif, agresif, kekerasan atau ledakan verbal yang eksplosif. Dalam kondisi tersebut, seseorang bisa bereaksi sangat tidak proporsional dengan situasi.



Sedangkan menurut Bona Sardo, MPsi, psikolog dari Universitas Indonesia, usia yang muda bisa membuat seseorang memiliki konsep diri yang belum terlalu utuh. Terlebih untuk usia yang masih dalam peralihan remaja menuju dewasa muda.

"Konsep diri mungkin belum terlalu utuh, yang turut mempengaruhi pengenalan emosi yang mungkin belum baik juga, sampai ke pengelolaan dan ekspresi emosi yang juga buruk. Usia remaja kan waktunya pembentukan identitas diri," tutur Bona.

Mengapa seseorang bisa bertindak senekat itu kembali lagi ke bagaimana pola asuh orang tua di rumah terkait pengenalan dan ekspresi emosi pada anak. Pengalaman hidup apa saja yang pernah dialami si anak dan bagaimana dia menghadapinya (coping skills) juga berpengaruh.

"Lalu apakah ini kejadian yang memicu amarah pertama kali (sehingga masih belum tau caranya bagaimana) atau sudah berkali-berkali tapi memang caranya juga tidak pernah tepat dan tidak belajar dari lingkungan sekitar mengenai cara ekspresi emosi yang tepat," tutupnya.



Apakah kamu juga pernah mengalami sebegitu marahnya sampai tidak bisa mengontrol emosi, atau bahkan sampai melakukan tindakan agresif? Lalu bagaimana kamu mengatasinya? Jangan sungkan untuk berbagi kisah kepada detikHealth dengan mengirimkan cerita ke email redaksi@detikhealth.com ya.

[Gambas:Video 20detik]

(ask/up)
News Feed