Senin, 30 Sep 2019 11:30 WIB

Kisah Ayu, Dari Korban KDRT Jadi Pelatih Bela Diri WSDK

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Bela diri WSDK bisa membuat perempuan makin percaya diri. (Foto: Nabila Ulfa Jayanti/detikHealth) Bela diri WSDK bisa membuat perempuan makin percaya diri. (Foto: Nabila Ulfa Jayanti/detikHealth)
Jakarta - Bela diri pada perempuan bukan cuma bermanfaat untuk membentengi diri dari pelecehan seksual. Perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga bisa mempelajari bela diri untuk mengembalikan rasa percaya dirinya.

Ayu Aulia (25) merupakan salah satunya. Dia sudah menjadi anggota komunitas Women Self Defense of Kopo Ryu (WSDK) Bandung sejak sekitar 2 tahun yang lalu.

Perempuan yang kini menjadi coach (pelatih) pada mulanya merasa perlu menghadapi rasa takut akibat KDRT. Di WSDK dia bukan hanya mendapat pelatihan bela diri praktis saja, melainkan juga dukungan psikis.

"Saya menemukan jati diri saya kembali. I found my way back home," ujar Ayu saat ditemui detikcom, Jumat (27/9/2019) lalu.

Ayu Aulia (kanan) selaku pelatih sedang mengajari teknik WSDK.Ayu Aulia (kanan) selaku pelatih sedang mengajari teknik WSDK. (Foto: Nabila Ulfa Jayanti/detikHealth)



Eko Hendrawan, Co-founder sekaligus Head Coach WSDK turut membantu proses penyembuhan Ayu. Saat itu kondisi Ayu cukup tertekan, bahkan sulit berbicara dengan orang lain.

Lambat laun dia menjadi pribadi yang lebih baik. Ayu jadi lebih kuat menghadapi tantangan.

"Sekarang kayaknya saya sudah bisa beyond the limit. Bela diri itu gampang, kata guru kami. Cuma bagaimana bela diri itu bisa mengubah seseorang yang tadinya penakut jadi berani. Itu tuh, dampak dari bela diri yang saya pahami yang saya ambil dari WSDK," jelas Ayu.

Sepanjang perjalanan menuju kondisi stabil, Ayu tak mendapat dukungan dari mantan suaminya dulu. Namun semangatnya untuk terus berlatih tak surut.

"Dulu sempat masuk (WSDK), keluar lagi, masuk lagi akhirnya enggak keluar-keluar," katanya.

WSDK merupakan bela diri praktis khusus perempuan yang berpusat di Bandung. Pencetusnya, alm H Sofyan Hambally yang juga pelatih bela diri, mengadaptasi gerakan karate dan jiu jitsu. Teknik WSDK juga cenderung lebih mudah dengan gerakan yang dekat dengan keseharian perempuan seperti "buka pintu", "bercermin", "menggaruk", serta "mencuci".



Simak Video "Kata Dokter Jiwa soal Ramai 'Keluhan' Pasca Nonton Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)