Senin, 30 Des 2019 09:00 WIB

Pesepeda Tertabrak Bukan di Jalur Sepeda, Siapa yang Salah?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jalur sepeda yang ada saat ini kurang memungkinkan untuk 'kebut-kebutan' dengan roadbike (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Sekelompok pesepeda luka-luka setelah tersambar mobil di Jl Sudirman baru-baru ini. Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo menyayangkan pesepeda tidak menggunakan jalur yang semestinya.

"Mereka nggak di jalur sepeda. Justru kejadian, mereka di lajur paling kanan. Ditabrak mobil. Makanya itu yang sangat kita sayangkan. Padahal di sana ada jalur sepeda," ucapnya.

Serba salah memang, mengingat jalur sepeda yang ada di ruas jalan tersebut tidak terlalu lebar dan berada di trotoar. Sedangkan jenis sepeda yang terlibat kecelakaan adalah roadbike, yang didesain untuk melaju kencang di jalan yang mulus.

Tapi apakah berarti 100 persen kesalahan ada pada pesepeda yang salah jalur?


Jalur sepeda yang tersedia di dekat lokasi kecelakaan posisinya ada di trotoar.Jalur sepeda yang tersedia di dekat lokasi kecelakaan posisinya ada di trotoar. Foto: Muhammad Faisal Javier Anwar

Melanggar jalur tentu saja termasuk pelanggaran, seperti halnya eks juara dunia MotoGP, Nicky Hayden, yang melanggar rambu-rambu untuk berhenti saat bersepeda di Italia pada 2017. Hayden mengalami kecelakaan serius karenanya, tertabrak mobil yang melaju kencang, lalu koma dan akhirnya meninggal dunia.

Namun penyelidikan oleh pihak berwajib saat itu menyimpulkan bahwa 70 persen kesalahan justru ada pada pengemudi Peugeot 206 yang menabraknya. Selain karena mengemudi dengan kecepatan 70 km/jam pada batas maksimum 50 km/jam, juga karena tidak ada bukti bahwa pengemudi menginjak rem sebelum menghantam Hayden.

Kecelakaan terjadi bukan di jalur sepeda.Kecelakaan terjadi di titik ini, yang bukan merupakan jalur sepeda. Foto: Muhammad Faisal Javier Anwar


Dikutip dari Motorsport, Hayden hanya menanggung 30 persen kesalahan, antara lain karena tidak memperhatikan rambu-rambu untuk berhenti pada persimpangan 'buta'. Ia juga bersepeda sambil mendengarkan musik, yang disebut-sebut punya andil sehingga kurang memperhatikan lingkungan sekitarnya.

Dalam kecelakaan Avanza vs pesepeda di Jl Sudirman, pesepeda disebut tidak berada di jalur yang semestinya. Sedangkan pengendara mobil, dalam pemeriksaan terbukti positif mengonsumsi amphetamine, zat aktif dalam narkoba jenis ekstasi. Polisi menetapkan pengendara tersebut sebagai tersangka dan telah menahannya.

Jadi, siapa yang 'paling' salah?



Simak Video "Flakka, Narkoba yang Bikin Penggunanya Jadi 'Zombie'"
[Gambas:Video 20detik]
(up/fds)