Gowes Sehat Saat Pandemi COVID-19, Ini Tips dari Pakar UGM

ADVERTISEMENT

Gowes Sehat Saat Pandemi COVID-19, Ini Tips dari Pakar UGM

Jauh Hari Wawan S - detikHealth
Kamis, 11 Jun 2020 11:04 WIB
Young personal trainer
Tips gowes aman saat pandemi virus Corona (Foto: Getty Images/)
Yogyakarta -

Beberapa waktu ini jalanan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipenuhi dengan warga yang bersepeda. Padahal, kondisi DIY masih belum bebas COVID-19. Lalu bagaimanakah tips aman bersepeda saat pandemi Corona?

Dosen Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Rustamadji membeberkan berolahraga pada saat pandemi Corona tidak dilarang. Namun, ada protokol kesehatan yang harus dijalankan.

"Karena kita tidak tahu siapa yang membawa COVID-19 sehingga kita tidak bisa mengabaikan ada kemungkinan kita sendiri atau orang lain itu menularkan. Itu kewaspadaannya," kata Rustamadji saat dihubungi detikcom, Kamis (11/6/2020).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas COVID-19 UGM itu juga menuturkan, warga yang bersepeda harus waspada karena masih ada kemungkinan penularan Corona.

"Meskipun Yogya sudah relatif menurun beberapa waktu lalu sempat tidak ada (pasien positif Corona) tapi ternyata masih ada kejadian COVID-19. Artinya masih ada kemungkinan yang menularkan," jelasnya.

Untuk itu, dia memberikan tips aman bersepeda saat Pandemi COVID-19:

1. Tetap Gunakan Masker saat Bersepeda

Kendati bersepeda menggunakan masker itu mengurangi udara yang masuk ke paru-paru, goweser tetap wajib memakai masker.

"Masker yang dipakai, kain tiga lapis itu idealnya. Tapi itu tidak bisa diterapkan untuk olahraga dengan intensitas berat," jelasnya.

Oleh karena itu, goweser harus mengukur kemampuan tubuh dan jika saat bersepeda sudah terasa berat, intensitasnya harus diturunkan.

"Pada prinsipnya itu akan mengurangi udara yang masuk, sehingga harus kita cek intensitas olahraga dengan udara cukup atau tidak," ungkapnya.

2. Intensitas Bersepeda Jangan Terlalu Berat

Rustamadji menuturkan, bersepeda dengan menggunakan masker tentunya berat. Oleh karena itu, dia menyarankan bersepeda hanya untuk bersenang-senang saja.

"Meskipun berolahraga itu berat menggunakan masker, maka olahraganya jangan ngoyo atau berat. Bersepeda untuk happy," sarannya.

"Bagaimana itu kita tahu tidak ngoyo, yaitu ketika mengayuh sepeda masih bisa berbicara dengan baik," lanjutnya.

Namun, hal ini dikembalikan ke masing-masing individu. Pasalnya, ada orang yang memang sudah terbiasa bersepeda dan ada yang belum terbiasa.

"Kalau kita bersepeda, saat ngomong sudah tidak jelas itu tandanya olahraganya sudah ngoyo atau berat sehingga akan bergantung pada masing-masing individu. Untuk mereka yang sudah terlatih akan berbeda intensitasnya untuk individu yang baru pertama kali bersepeda," jelasnya.

"Artinya saat berbicara itu masih jelas, keseimbangan antara kebutuhan oksigen dan latihan tercapai," tambahnya.

3. Gunakan Helm dan Pakaian Tertutup

Bersepeda juga memiliki risiko jika terjatuh. Oleh karena itu, setiap goweser tetap diminta agar melengkapi diri dengan alat pelindung.

"Pakai pelindung. Itu sebenarnya wajib. Nah apa saja itu yang dipakai, tentunya di antaranya memakai helm dan pakaian tertutup," terangnya.

4. Tetap Terapkan Jaga Jarak Antar Pesepeda

Pembatasan jarak juga berlaku saat bersepeda. Pemberian jarak bukan hanya dengan rombongan, namun juga saat berpapasan.

"Jarak itu bukan hanya dengan rombongan tapi juga jaga jarak kalau berpapasan. Ini yang kurang diperhatikan. Ini yang kita takutkan kalau ada orang lain yang mungkin sedang sakit waktu berpapasan dalam jarak yang pendek justru malah berbahaya," ucapnya.

McGregor

5. Cukup Buat Satu Barisan

Bersepeda artinya juga harus menjaga keselamatan saat berkendara. Idealnya, pesepeda harus mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

"Antar pesepeda harus berjarak antara satu hingga dua meter dan tidak membuat dua baris. Artinya jangan jejeran karena itu akan berbahaya," katanya.

6. Selalu Bawa Handsanitizer saat Bersepeda

Salah satu barang yang tidak boleh ditinggalkan yakni handsanitizer. Sebab, saat bersepeda belum tentu bisa menemukan fasilitas untuk cuci tangan.

"Handsanitizer dan sarung tangan itu jangan sampai lupa dibawa," pesannya.

7. Bawa Air Minum Sendiri

Rustamadji mengingatkan kepada goweser agar mempersiapkan air minum dari rumah. Selain itu, dia meminta agar goweser tidak berhenti di warung karena berisiko terkena Corona.

"Jangan mampir warung, karena itu berisiko untuk menularkan. Kan kita tidak tahu di warung itu ketemu siapa-siapa saja. Ada bakteri atau virusnya tidak. Mampir warung ini yang bahaya," ungkapnya.

8. Pilih Jalan yang Sepi

Pemilihan rute saat bersepeda juga harus diperhatikan. Dia menyarankan agar goweser memilih jalan yang sepi sehingga meminimalisir pertemuan dengan banyak orang.

"Jalan yang sepi ini meminimalisir kemungkinan bertemu dengan banyak orang sehingga mengurangi risiko penularan virus Corona," bebernya.

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT