Sabtu, 13 Jun 2020 06:34 WIB

Ramai-ramai Antre Beli Sepeda Meski Toko Belum Buka

Pradito Rida Pertana - detikHealth
antrean toko sepeda di era new normal Saking banyaknya pengunjung, toko sepeda ini hanya membuka satu pintu (Foto: Pradito Rida Pertana/detikHealth)
Topik Hangat Mendadak Gowes

Menyoal banyaknya pengunjung yang mengular hingga luar toko, Julius tidak mempermasalahkannya. Mengingat hal tersebut untuk mencegah kerumunan di dalam toko. Apalagi dalam sehari ada puluhan orang yang menyambangi tokonya.

"Jadi hanya dibuka 1 (rolling door) itu untuk menerapkan physical distancing, kan itu anjuran pemerintah dan kita ikuti protokol kesehatan. Tujuannya agar jangan sampai ramai-ramai itu malah membahayakan kita dam pembeli," ucapnya.

"Untuk protokol kesehatan sendiri kita sudah sediakan tempat cuci tangan menggunakan sabun, cek suhu dengan thermogun dan di dalam (toko) diterapkan physical distancing," imbuh Julius.

Terkait omzet, Julius mengaku mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Mengingat dalam sehari dia mampu menjual puluhan unit sepeda.

"Kalau omzet pasti meningkat lah, sampai dua kali lipat dibanding hari biasa. Karena dalam sehari kita bisa menjual 10 sampai 15 unit (sepeda)," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli sepeda di toko sepeda Orion, Cristin (30) mengaku datang ke Orion untuk membeli satu unit sepeda. Warga Kota Yogyakarta ini rela mengantre karena harga sepeda di toko tersebut lebih miring dibanding toko sepeda lainnya yang ada di Jalan Brigjen Katamso.

"Saya belum lama ini yang ngantre, ini mengantre karena mau beli sepeda seli (sepeda lipat). Sebenarnya tadi sudah keliling (di toko sepeda lainnya) cari yang tidak antre, tapi di sini ternyata harganya lebih miring dan saya putuskan untuk mengantre saja," ujarnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Pesan Buat Pegowes Pemula dari dr. Falla Adinda"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
Topik Hangat Mendadak Gowes