Sabtu, 04 Jul 2020 06:27 WIB

Haruskah Pria Pakai 'Daleman' Saat Menggunakan Celana Bersepeda?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Cyclist increase speed by sprint. Dilema pakai celana dalam saat bersepeda (Foto: Getty Images/iStockphoto/torwai)
Topik Hangat Mendadak Gowes
Jakarta -

Celana khusus bersepeda yang super ketat menghadirkan dilema tersendiri bagi kaum pria khususnya. Dipakai tanpa celana dalam terkadang terasa risih, tetapi jika dirangkap dengan celana dalam jadi terlalu tebal.

Berbahayakah merangkap celana bersepeda dengan celana dalam bagi kelembapan di area panggul dan kemaluan?

Ahli urologi Dr dr Dwi Iswanto, SpU menjelaskan tiga hal penting terkait keamanan sepeda untuk organ intim adalah sadel, pakaian sepeda, dan durasi waktu bersepeda. Pakaian sepeda dinilai dr Dwi penting diperhatikan.

"Sebetulnya kalau pakai celana ketat atau celana khusus sepeda itu untuk memisahkan antara sadel, terus testis supaya agak sedikit terangkat," jelas dr Dwi.

"Kan biasanya tidak pakai celana dalam, tetapi kalau untuk pakai celana dalam ya sebenarnya tidak ada masalah," tegasnya.

dr Dwi juga menjelaskan tidak akan berdampak buruk jika seorang pesepeda menggunakan celana dalam saat sudah memakai celana ketat. Namun, tetap disarankan untuk merawat area kebersihan organ intim.

"Bersihkan seperti biasa ya pada umumnya, mengganti celana rutin, membersihkan organ intim, iya umum saja seperti itu," pungkasnya.

Bagaimana nih detikers, lebih nyaman tanpa celana dalam atau tetap pakai celana dalam? Tinggalkan komentar!



Simak Video "Dear Cowok, Ini Tips agar Organ Intim Aman saat Bersepeda"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)
Topik Hangat Mendadak Gowes