Senin, 10 Agu 2020 05:00 WIB

Round Up

Awas! Nongkrong-nongkrong dan Gowes Bareng Potensial Jadi Klaster Corona

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Car Free Day (CFD) berlangsung di Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Pangeran Antasari, Jakarta, Minggu(09/08/2020). Pengunjung CFD didominasi oleh para pesepeda. Pesepeda melintas di JLNT Antasari (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Pakar kesehatan masyarakat mengingatkan beberapa aktivitas sehari-hari potensial memicu lahirnya klaster virus Corona COVID-19. Kegiatan gowes bareng dan nongkrong-nongkrong termasuk di antaranya.

Di tengah pandemi virus Corona, kegiatan nongkrong-nongkrong diyakini makin marak. Keharusan untuk stay at home membuat sebagian orang, khususnya kaum muda, mencari kompensasi dengan kumpul-kumpul dan itu meningkatkan risiko penularan.

Prof dr Ascobat Gani, MPH, DrPH, pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia juga menyinggung tren bersepeda yang akhir-akhir ini sedang naik daun. Kecenderungan untuk gowes bareng dan berkerumun, dinilainya juga rentan memicu penularan.

"Kedua, adanya kelompok sport bersama, misalnya gowes. Kemarin ada yang gowes satu kelompok banyak yang positif, jadi klaster sendiri," sebutnya dalam siaran pers di channel YouTube BNPB baru-baru ini.

Aktivitas lain yang disorot adalah 'hajatan' seperti acara adat dan pernikahan yang belakangan mulai banyak diadakan. Tanpa menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak, kegiatan seperti ini dinilai bisa meningkatkan risiko penularan.



Simak Video "Pesan Buat Pegowes Pemula dari dr. Falla Adinda"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)