Kamis, 17 Sep 2020 07:28 WIB

Ada Syarat Bawa Masker di Balap Lari Liar, Tapi Ya Gitu Deh

Thalitha Yuristiana - detikHealth
Shenzhen, ?hina - December 7, 2014: Five medical support people help  injured unidentified marathon runner  on the street,one runner running on the distance,shenzhen city,guangdong province,china Kerumunan saat balap lari liar dikhawatirkan memicu klaster penularan COVID-19 (Ilustrasi: iStock)
Topik Hangat Balap Lari Liar
Jakarta -

Karena kerap memicu kerumunan, balap lari liar dikhawatirkan jadi klaster penularan COVID-19. Penyelenggara tampaknya mengantisipasi hal itu dengan selalu menyampaikan imbuan untuk bawa masker. Bagaimana kenyataannya?

Salah seorang peserta balap lari liar di Jakarta, sebut saja Popay, menjelaskan bahwa penyelenggara balapan selalu menyampaikan imbauan soal protokol kesehatan untuk menghindari penularan selama pandemi. Pesan untuk bawa masker misalnya, hampir selalu ada di setiap unggahan tentang balap lari liar.

Namun sebagaimana halnya kegiatan ilegal, banyak yang tidak mematuhi anjuran tersebut.

"Kalau untuk pelari, biasanya sudah mematuhi protokol kesehatan yang ada dengan jaga jarak dan bawa masker. Tapi untuk penonton tetap saja berkerumun dan tidak pakai masker," kata Popay.

Hal senada juga disampaikan oleh Diki, bukan nama sebenarnya. Remaja yang juga pernah ikut balap lari liar ini mengatakan selalu ada imbauan untuk bawa masker dalam setiap unggahan di media sosial.

"Namun kalau di daerah saya, penontonnya banyak yang tidak mematuhi," kata Diki.



Simak Video "Masker Katup Tak Mampu Tangkal Penularan Covid-19 "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Balap Lari Liar