Jumat, 23 Okt 2020 06:00 WIB

Serba Salah! Gowes Bawa HP Rawan Jambret, Nggak Bawa Repot kalau Bocor

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sejumlah pesepeda bergerombol di Jalan Jend. Sudirman, Jakarta, Minggu (18/10/2020). Bersepeda kini menjadi olahraga dan juga aktifitas pilihan banyak warga DKI Jakarta untuk sekaligus melepas rasa penat saat pemberlakuan PSBB Transisi. Aksi jambret menyasar pesepeda di Jakarta (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Aksi jambret, meski kerap disebut begal, yang menyasar pesepeda tengah bikin resah pesepeda di Jakarta. Sejumlah pesepeda, termasuk selebritis yang juga instruktur yoga, Anjasmara, sempat punya pengalaman buruk dengan jambret saat berespeda.

Rocky, seorang pesepeda dari komunitas pesepeda Green Fly Cycling, mengaku serba salah dengan kondisi tersebut. Satu sisi ia dan komunitasnya berusaha untuk tidak membawa barang berharga ketika bersepeda untuk mengantisipasi aksi kejahatan seperti jambret maupun begal.

"Tapi susah juga kalau kita ga bawa HP, suatu saat ada kendala, ban kempes, bocor dll jadi ga bisa komunikasi," keluhnya saat dihubungi detikcom, Kamis (22/10/2020).

Sedangkan menurut Rendi dari komunitas sepeda gunung Rawakalong.mtb lebih menyarankan untuk bersepeda secara berkelompok sambil tetap memperhatikan protokol kesehatan. Jambret menurutnya lebih sering menyasar pesepeda yang sedang sendirian.

Sama seperti Rocky, ia juga menyarankan untuk hati-hati dengan barang bawaan.

"HP kalau bisa simple di kantong baju/celana aja. Meminimalisir bawa tas apalagi model selampang yang mudah ditarik jambret," saran Rendi.

Meski demikian, tindakan tegas dari aparat terkait maraknya aksi penjambretan di Jakarta sangat diharapkan para pesepeda.

"Jangan terlalu lama dibiarkan, jadi semakin marak dan mereka penjambret merasa santai saja karena belum adanya tindak tegas kepada mereka para pelaku," kata Rocky.



Simak Video "Pesan Buat Pegowes Pemula dari dr. Falla Adinda"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)