Rabu, 07 Apr 2021 17:19 WIB

Hari Kesehatan Dunia

Kardiolog: Rajin Gowes, Risiko Sakit Jantung Turun Sampai 50 Persen

Vidya Pinandhita - detikHealth
Komunitas sepeda road bike meminta dispensasi waktu tertentu untuk jenis road bike dapat menggunakan jalur kendaraan bermotor di Jalan Sudirman-Thamrin. Olahraga bersepeda bisa menekan risiko penyakit jantung hingga 50 persen. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Hari Kesehatan Sedunia (World Health Day) diperingati hari ini, Rabu (7/4/2021). Salah satu masalah kesehatan yang masih menghantui banyak orang adalah penyakit jantung. Tak heran, sebab penyakit ini disebut sebagai pembunuh nomor 1 di dunia.

Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, setidaknya 15 dari 1.000 individu di Indonesia mengidap penyakit jantung. Kurangnya aktivitas fisik, melatarbelakangi penyakit ini. Padahal menurut studi, olahraga 30 menit dalam sehari pun cukup untuk menekan risiko penyakit jantung.

"Meningkatnya penderita penyakit jantung di Indonesia tidak terlepas dari perubahan gaya hidup masyarakat. Salah satunya adalah kemajuan teknologi yang membuat segalanya serba mudah, lalu membuat kita minim dalam bergerak dan kurang berolahraga," ujar Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dalam laporan yang diterima detikcom, Rabu (7/4/2021).

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Dr dr Isman Firdaus turut menjelaskan, olahraga bersepeda ala masyarakat 'kekinian' efektif memangkas risiko penyakit jantung.


Menurutnya, olahraga minimal dilakukan dengan intensitas sebanyak 5 kali dalam seminggu, masing-masing 30 menit. Namun jika benar-benar tak ada waktu, gowes sepeda amat boleh dijajal.

"Alternatif lain adalah olahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit sampai 1 jam sebanyak 3 kali dalam seminggu. Bersepeda dengan rutin akan menurunkan risiko penyakit jantung hingga 50 persen," ujarnya.

Bersepeda disebut sebagai jenis olahraga dengan risiko cedera yang amat minim. Selain mengurangi risiko penyakit jantung, bersepeda kini digandrungi masyarakat lantaran sebagai bagian dari gaya hidup di tengah pandemi COVID-19.

Uniknya lagi, olahraga bersepeda disebut bisa membentuk karakter yang sportif dan berintegritas. Maka itu, jelas olahraga ini disebut tepat dijadikan gaya hidup.

"Olahraga harus menjadi bagian dari gaya hidup kita sehari-hari dan tidak perlu yang cukup sulit, bersepeda misalnya. Bersepeda adalah salah satu olahraga yang mudah dan murah," ujar Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari.



Simak Video "Waspada Tanda-tanda Penyakit Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)