Minggu, 13 Jun 2021 13:52 WIB

Road Bike Nggak Bisa Ngebut di Velodrome, Lalu Sepeda Apa yang Bisa?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Team pursuit cycling championship at a velodrome. Sepeda khusus untuk nge-track di Velodrome. Foto: Getty Images/iStockphoto/ShariffC
Jakarta -

Boleh atau tidaknya sepeda jenis 'road bike' melaju di jalan umum tengah menjadi perdebatan hangat. Jika alasannya butuh berkecepatan tinggi, sebagian kalangan mempertanyakan kenapa road bike tidak kebut-kebutan di velodrome saja?

Dalam satu kesempatan, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, Velodrome tak bisa digunakan sembarang pesepeda. Track velodrome diperuntukan profesional, sehingga pengguna amatir akan kesulitan menggunakan track tersebut.

"Velodrome track-nya beda, yang benar-benar profesional di situ. Itu nggak bisa (amatir), kalau tidak profesional bisa jatuh orang itu," ujarnya, Jumat (28/8/2020).

Jenis sepeda khusus

Sesuai namanya, road bike didesain untuk melaju di jalan raya. Untuk balapan di lintasan khusus yang disebut velodrome, umumnya sepeda yang digunakan adalah jenis yang berbeda, walaupun sepintas sama-sama memiliki riding position 'merunduk' seperti road bike.

Beberapa perbedaan road bike dengan sepeda balap jenis 'track bike' untuk melaju di velodrome antara lain:

  • Geometri lebih 'agresif', lebih merunduk dan paling aerodinamis dibanding sepeda lain
  • Bobot sangat ringan
  • Umumnya 'fixed gear' alias tidak bisa pindah-pindah gigi, dan tidak bisa free wheel
  • Tidak punya rem mekanis
  • Ukuran ban sama tipis, tetapi dengan tekanan angin yang lebih tinggi.

Bisakah road bike dikendarai di velodrome? Bisa-bisa saja, sepeda motor juga bisa dikendarai di velodrome. Tetapi jelas bukan 'habitat' yang pas.

track bikeSepeda jenis 'track bike' umumnya menggunakan fixed gear dan tidak dilengkapi rem mekanis. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ShariffC)

Apa kata pegiat road bike?

Profesional biker dan trainer Tino Latuheru menyebut, road bike memang tak bisa dispesialkan begitu saja. Jalur sepeda yang selama ini terpaksa digunakan bersamaan dengan jenis sepeda lain tak sepenuhnya aman digunakan bersamaan lantaran road bike melaju dengan cara berkelompok dengan kecepatan tinggi, dan berpotensi menghalangi sepeda yang lebih lambat.

Hal itulah yang menyebabkan road bike tak bisa melaju di jalur khusus sepeda yang telah disediakan pemerintah. Mengingat, jalur ini hanya bisa digunakan dengan kecepatan maksimal 25 km/jam. Jalur ini lebih cocok untuk sepeda sebagai alat transportasi, bukan untuk olahraga berat.

Toni berharap, perdebatan ini bisa diatasi dengan langkah solutif yang aman bagi kedua belah pihak baik pesepeda atau pengendara kendaraan lain.

"Kalau masyarakat melakukan olahraga ini bersama-sama dengan kami, masyarakat akan merasa bahwa kita bukan dispesialkan untuk punya jalur sendiri, nggak. Kita akan menata diri, menempatkan diri agar yang hobi sepeda (merasa) 'oh di (jalur situ) nggak mungkin, berarti kita cari tempat lain'," katanya pada detikcom dalam program e-Life, Jumat (4/5/2021).



Simak Video "Pesepeda Indonesia Kian Banyak, Gimana Fasilitas Umum Pendukungnya?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)