Jumat, 30 Jul 2021 17:25 WIB

Inikah Rahasia Lifter Tidak Turun Berok Saat Angkat Besi Ratusan Kilo?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Rearview shot of a muscular man lifting a barbell in a gym Foto ilustrasi: Getty Images/Yuri_Arcurs
Jakarta -

Berbagai macam cabang olahraga ditandingkan dalam Olimpiade 2020 Tokyo, termasuk angkat besi. Para atlet angkat besi biasa disebut sebagai lifter.

Salah satu hal yang menarik diperhatikan dalam cabang olahraga ini adalah sabuk khusus yang hampir selalu dikenakan oleh para lifter. Kira-kira apa ya fungsi sabuk tersebut?

Menurut dokter spesialis kesehatan olahraga dari RS Mitra Keluarga Kemayoran, dr Michael Triangto, SpKO, sabuk ini berguna untuk menjaga performa para lifter. Pasalnya, penggunaan sabuk ini dapat melindungi tubuh atlet dari tekanan berat saat mengangkat beban.

"Sabuk itu berfungsi untuk melindungi, karena dia akan mengangkat beban berat, (beban) tadi akan membuat tekanan pada pinggang bagian bawah atau lower back," kata dr Michael saat dihubungi detikcom, Jumat (30/7/2021).

"Dengan menggunakan sabuk tadi, maka sabuk akan membantu untuk menahan, karena tekanannya bukan hanya di belakang, tapi sampai ke depan juga. Kedua, untuk mencegah posisi itu menjadi hiperekstensi (cedera)," lanjutnya.

dr Michael menjelaskan apabila tekanan pada sekitar otot perut dan pinggang tidak diatasi ketika mengangkat beban berat, maka dalam jangka panjang ini bisa menimbulkan risiko atlet terkena hernia atau turun berok.

Hernia sendiri dapat terjadi ketika kondisi otot melemah dan tidak mampu menahan jaringan organ-organ tubuh agar tetap berada di lokasinya masing-masing.

Kapan perlu pakai sabuk?

Sebenarnya, seorang lifter tidak selalu harus menggunakan sabuk tersebut. Pasalnya, kata dr Michael, sabuk itu hanya boleh digunakan ketika sedang melatih otot pinggang dan perut saja.

"Jadi hanya yang perlu-perlu saja sebenarnya. Yang tidak perlu misalnya latihan untuk otot-otot tungkai bawah, tungkai atas paha misalnya, itu tidak butuh," ujar dr Michael.

"Saat tidak menggunakan otot-otot di lower back tadi, (sabuk) itu akan memberikan tekanan pada pembuluh darah besar, tekanannya tinggi, sehingga tekanan darah menjadi meningkat. Jadi tidak bagus pada orang-orang yang sudah mempunyai gangguan tekanan darah tinggi," jelasnya.

Oleh karenanya, dr Michael mengatakan apabila sabuk ini digunakan setiap saat ketika latihan dan dalam jangka waktu yang lama, tekanan yang ditimbulkan dari sabuk bisa menyebabkan gangguan pada pembuluh darah dan berbahaya bagi jantung.

Kenapa jarang terdengar ada lifter turun berok?

Menurut dr Michael, penggunaan sabuk bukanlah satu-satunya faktor lifter terhindar dari risiko terkena hernia. Namun, latihan sejak dini lah yang membuat otot perut dan pinggang mereka menjadi kuat dalam mengangkat beban berat.

"Sebagai calon atlet dimulai dari kecil, Jadi secara bertahap, kemampuannya ditingkatkan termasuk ke kemampuan otot-ototnya, jadi terlatih. Pada saat sekarang kita mesti angkat beban sekian kilo mampu, tentunya itu hasil dari program latihan yang bertahap," ucapnya.

"Sedangkan kalau orang biasa tiba-tiba ngangkat 200 kg ya tentu saja nggak bisa, karena tidak melewati proses latihan bertahap seperti tadi," tuturnya.



Simak Video "Pandemi Corona, Taufik Hidayat Ingatkan Atlet Indonesia di Olimpiade Jaga Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)