Minggu, 01 Agu 2021 17:43 WIB

Teka-teki Ranjang 'Antiseks' di Olimpiade Tokyo 2020, Benarkah Serapuh Itu?

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Tempat tidur kardus atlet Olimpiade Tokyo 2020 viral karena disebut antiseks. Namun apa sih alasan di balik penggunaan kardus dalam pembuatan ranjang itu? Foto: Getty Images/Takashi Aoyama
Jakarta -

Ranjang yang disediakan di penginapan atlet Olimpiade Tokyo 2020 viral diperbincangkan. Disebut-sebut sebagai ranjang 'antiseks' karena terbuat dari kardus, seolah sengaja didesain agar tidak disalahgunakan untuk bercinta.

Sebutan sebagai ranjang 'antiseks' viral karena urusan seks di kalangan atlet adalah hal yang kontroversial sejak lama. Ada yang menilainya sebagai pantangan di tengah kompetisi dan laga penting, ada juga yang memandangnya sebagai kebutuhan.

Karenanya, anggapan bahwa ranjang kardus tersebut didesain agar para atlet tidak bisa berhubungan seks di atasnya, dinilai masuk akal. Tetapi benarkah serapuh itu?

Seorang atlet senam Irlandia, Rhys McClenaghan, mengunggah video saat ia melompat-lompat di atas ranjang tersebut untuk membuktikan kalau ranjang tersebut kuat.

"Fake news!" sebutnya dalam video tersebut.




Meski terbuat dari kardus, ranjang yang disebut antiseks ini nyatanya kuat menahan bobot hingga 200kg.

Selain alasan mengurangi intimasi antar atlet, kasur ini dipilih panitia sebagai bentuk upaya menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Sebanyak 18 ribu kasur produksi perusahaan Jepang bernama Airweave itu telah disiapkan untuk Olimpiade 2020.

Sejalan dengan prinsip gaya hidup ramah lingkungan yang diterapkan Olimpiade tahun ini, panitia akan menggunakan kembali sekitar 8.000 di antaranya untuk atlet Paralympic.

Selain ranjang, kasurnya pun terbuat dari bahan daur ulang. Airweave mengatakan, material utama dari kasur tersebut adalah serat polyethylen sehingga bisa didaur-ulang berulang kali.



Simak Video "Ragam Masker Atlet Olimpiade Tokyo 2020 dari Berbagai Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)