Senin, 02 Agu 2021 13:24 WIB

Puas Nonton Greysia/Apriyani Juara? Ini Saran Psikolog Agar Ketularan Sehat

Vidya Pinandhita - detikHealth
Indonesias Greysia Polii, right, and Apriyani Rahayu celebrate after defeating Chinas Chen Qing Chen and Jia Yi Fan during their womens doubles gold medal match at the 2020 Summer Olympics, Monday, Aug. 2, 2021, in Tokyo, Japan. (AP Photo/Dita Alangkara) Foto: AP/Dita Alangkara
Jakarta -

Mental juara Greysia Polii/Apriyani Rahayu sungguh menggetarkan. Ini saran psikolog agar emas yang diraih juga bisa jadi pendongkrak semangat bagi fans untuk rajin olahraga.

Panasnya suasana Olimpiade Tokyo 2020 memang bisa jadi momen untuk mulai berolahraga. Terlebih di tengah pandemi COVID-19, olahraga perlu dijadikan kebiasaan untuk menjaga daya tahan tubuh. Agar tak cuma semangat jadi penonton, psikolog memaparkan tips-tips sederhana untuk mengubah semangat ini menjadi motivasi berolahraga.

Tips pertama dari psikolog klinis Anastasia Sari Dewi, founder dari pusat konsultasi Anastasia and Associate, gunakan baju olahraga sembari menonton pertandingan. Dengan begitu, penonton di rumah bisa semakin merasakan suasana olahraga. Adrenalin yang terpicu di momen menonton pertandingan bisa dimanfaatkan untuk ikut melakukan olahraga.

"Ini akan membantu meningkatkan semangat nonton. Ada adrenalinnya pakai baju olahraga. Mungkin bisa mengajak orang di rumah yang suka nonton olimpiade, atau mungkin punya waktu untuk berolahraga karena jam-jam mereka sedang nggak sibuk," katanya pada detikcom, Senin (2/8/2021).

"Di sela-sela jeda pertandingan atau rehat, atau anything, atau setelah itu (pertandingan) selesai pun, silakan kalian melakukan olahraga-olahraga kecil. Bisa diselipin di jeda pertandingan, bisa juga setelah selesai. Jalan sore 15-20 menit atau 1 jam, itu bisa," lanjutnya.

Tips lainnya, olahraga bisa ditemani musik favorit. Menurut Sari, musik efektif meningkatkan semangat, tenaga, dan fokus ketika berolahraga.

Terakhir, usahakan untuk tidak terlalu memforsir tubuh. Mengingat seiring PPKM darurat, banyak orang berhenti olahraga di luar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu berdiam di rumah. Menurutnya, terlalu memaksakan tubuh untuk berolahraga keras bak atlet, khususnya pada orang-orang yang jarang berolahraga, bisa menimbulkan stres.

"Secara psikologis juga bisa stres kalau ada tekanan besar dan tiba-tiba. Itu bikin stres termasuk di-push terlalu besar, yang ada cuma bertahan sebentar, sayang banget. Lebih baik di awal sedikit-sedikit, bertahap di sela mereka bertanding, adrenalinnya ada, menonton mereka dipakai juga berolahraga. Semakin lama, intensitas semakin sering. Biasakan dulu saja," pungkas Sari.

Simak video 'Raut Tegang Hingga Pekikan Greysia/Apriyani Sabet Emas Olimpiade Tokyo':

[Gambas:Video 20detik]



(vyp/up)