Senin, 02 Agu 2021 14:30 WIB

Lihat Greysia/Apriyani, Jadi Ingin Olahraga? Ya Bagus, Begini Memulainya

Vidya Pinandhita - detikHealth
CHOFU, JAPAN - AUGUST 02: Gold medalists Greysia Polii(left) and Apriyani Rahayu of Team Indonesia pose on the podium during the medal ceremony for the Women’s Doubles badminton event on day ten of the Tokyo 2020 Olympic Games at Musashino Forest Sport Plaza on August 02, 2021 in Chofu, Tokyo, Japan. (Photo by Lintao Zhang/Getty Images) Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. (Foto: Getty Images/Lintao Zhang)
Jakarta -

Indonesia tengah berbangga atas ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang meraih emas Olimpiade Tokyo 2020. Suasana meriah ini bisa lho dijadikan momen untuk memulai kebiasaan berolahraga. Mengingat, tak jarang tantangan nomor 1 dalam berolahraga adalah mencari motivasi. Jangankan konsisten, memulainya pun butuh ekstra tenaga.

"Biasanya kalau menonton olimpiade itu selain semangat melihat aksi para atlet, melihat tubuh para atlet yang sehat dan bugar juga dapat memicu semangat bagi diri sendiri untuk juga membentuk tubuh yang sehat bugar," kata psikolog klinis dari Personal Growth, Veronica Adesla, MPsi pada detikcom, Senin (2/8/2021).

Menurutnya, di samping fungsi menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan kebugaran, olahraga efektif meningkatkan kepercayaan diri dan mempertajam kemampuan berkonsentrasi. Ditambah, olahraga menghasilkan hormon endorfin yang bisa memicu perasaan senang dan positif.

Pada orang-orang yang jarang berolahraga, memulai olahraga bukan hal mudah. Mengatasinya, Vero mengingatkan, langkah pertama adalah berusaha menjadikannya sebuah kerutinan. Agar semakin termotivasi, olahraga ringan bisa dimulai bersama keluarga.

"Olahraga bareng keluarga atau olahraga ringan sederhana yang penting kuncinya di awal adalah rutin dulu. Seperti misalnya lari atau jalan pagi atau sore," imbuh Vero.

Mulai dengan pelan-pelan

Dalam kesempatan lainnya, psikolog klinis Anastasia Sari Dewi, founder dari pusat konsultasi Anastasia and Associate menyarankan untuk tidak terlalu memforsir tubuh berolahraga berat, khususnya pada orang yang jarang berolahraga. Jika demikian, alih-alih menyehatkan, momen panas olimpiade justru bisa menimbulkan stres.

"Banyak jurnal kesehatan, supaya badannya nggak syok untuk jantung, otot, tubuh supaya nggak terlalu berat, kaget. Secara psikologis juga bisa stres kalau ada tekanan terlalu besar dan tiba-tiba. Itu bikin stres, termasuk di-push terlalu besar. Yang ada cuma bertahan sebentar," teranya pada detikcom, Senin (2/8/2021).

"Lebih baik di awal sedikit-sedikit, bertahap di sela mereka bertanding, adrenalinnya ada, menonton mereka dipakai juga berolahraga. Semakin lama, intensitas semakin sering. Biasakan dulu saja," pungkasnya.

Simak video 'Raut Tegang Hingga Pekikan Greysia/Apriyani Sabet Emas Olimpiade Tokyo':

[Gambas:Video 20detik]



(vyp/up)