Senin, 02 Agu 2021 16:27 WIB

Impulsif Beli Raket Gara-gara Nonton Greysia/Apriyani? Ini Pesan Psikolog

Vidya Pinandhita - detikHealth
Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih emas cabor bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020 nomor ganda putri. Mereka mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dua gim langsung 21-19 dan 21-15. Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. (Foto: AP Photo/Dita Alangkara)
Jakarta -

Meriahnya kemenangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo 2020 menjadi momen tepat membangkitkan semangat berolahraga. Hayo ngaku, siapa yang langung beli raket gara-gara terbawa suasana dan keseuran final tadi?

Mendadak jadi ingin olahraga, tentu hal yang bagus. Akan tetapi pada orang-orang yang jarang berolahraga, penting untuk tidak langsung melakukan olahraga berat. Tak hanya pengaruh ke fisik, namun juga psikis.

Psikolog klinis Anastasia Sari Dewi, founder pusat konsultasi Anastasia and Associate, menjelaskan terlalu memforsir tubuh untuk berolahraga berat bisa memicu stres. Khususnya, pada orang yang jarang berolahraga atau sudah tidak berolahraga dalam jangka waktu lama.

"Pastikan supaya nggak terlalu memforsir tubuh. PPKM selama pandemi, nggak pernah ke gym, berenang, lari, lagi banyakan di rumah usahakan olahraga-olahraga kecil dulu. Banyak jurnal kesehatan, supaya badannya nggak syok untuk jantung, otot, tubuh supaya nggak terlalu berat, kaget," terangnya pada detikcom, Senin (2/8/2021).

"Secara psikologis juga bisa stres kalau ada tekanan terlalu besar dan tiba-tiba. Itu bikin stres, termasuk di-push terlalu besar. Yang ada cuma bertahan sebentar," lanjut Sari.

Olahraga apa yang direkomendasikan dokter?

Dalam kesempatan lainnya, dokter spesialis kesehatan olahraga, dr Michael Triangto, SpOK, menjelaskan orang-orang yang jarang melakukan olahraga memiliki kecenderungan tubuh tidak bugar. Meski tak pernah ada riwayat penyakit berat, seperti masalah jantung atau tekanan darah tinggi, kondisi tidak bugar ini kerap membuat lemah dalam beraktivitas berat sehari-hari.

Pada orang dengan kondisi tersebut, dr Michael menyarankan olahraga rutin yang bersifat aerobik.

"Olahraganya adalah yang bersifat aerobik untuk kesehatan jantung dan paru karena tidak cukup berdenyut jantungnya, tapi juga bernapas dengan baik. Di situlah kita perlu olahraga yang bersifat aerobik. Apa tuh? Jalan cepat, jogging, bersepeda, sepeda statis, berenang," bebernya.

Simak video 'Raut Tegang Hingga Pekikan Greysia/Apriyani Sabet Emas Olimpiade Tokyo':

[Gambas:Video 20detik]



(vyp/up)