Viral 'Yoga Alien' Nauli Kriya, Dokter Ahli Pencernaan Bicara Efek ke Perut!

ADVERTISEMENT

Tren Yoga Alien

Viral 'Yoga Alien' Nauli Kriya, Dokter Ahli Pencernaan Bicara Efek ke Perut!

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Sabtu, 17 Sep 2022 06:00 WIB
Jakarta -

Baru-baru ini viral wanita bernama Dayu Puspa memeragakan nauli kriya atau yang kerap disebut seperti 'Yoga Alien' di media sosial. Melalui video TikTok-nya, terlihat ia sedang mengempiskan perut dan digerakan ke kanan dan kiri.

Kepada detikcom, Dayu Puspa menjelaskan gerakan tersebut banyak manfaatnya mulai dari memperlancar BAB (Buang Air Besar) hingga menghilangkan nyeri akibat datang bulan.

"Pertama mengenal nauli kriya pada saat mengikuti pelatihan guru yoga 200 jam di Bali, dari situ mulai penasaran dan berlatih lebih dalam lagi tentang nauli kriya," ceritanya tentang awal mula belajar nauli kriya.

[Gambas:Video 20detik]



Terkait hal tersebut, tak sedikit netizen yang mempertanyakan keamanan melakukan gerakan ini. Dengan dikempiskan sedemikian kencang, apakah organ-organ di dalam rongga tubuh, seperti lambung tidak tertekan dan berisiko rusak?

Menurut konsultan saluran cerna dari RS Brawijaya Depok, dr Aru Ariadno, SpPD, KGEH, pada saat otot-otot perut digerakkan oleh badan sendiri tanpa bantuan dari luar, seperti pijatan maupun tekanan, maka aman saja dilakukan. Mengingat lambung dan usus memiliki sifat kenyal dan mudah bergeser sehingga saat otot perut digerakan, organ-organ tersebut akan beradaptasi terhadap gerakan itu.

Pada prinsipnya olahraga seperti di atas adalah olahraga otot-otot perut. Otot-otot perut digerakkan dengan cara-cara tertentu untuk mendapatkan hasil yang ideal," tuturnya saat dihubungi detikcom, Jumat (16/9/2022).

"Pada saat otot-otot perut digerakkan oleh badan sendiri tanpa bantuan dari luar, seperti pijatan atau tekanan dari luar maka aman saja. Lambung dan usus memiliki sifat kenyal dan mudah bergeser dan saat otot bergerak maka mereka akan beradaptasi terhadap gerakan itu," imbuhnya.

Menurut dr Aru, terkecuali jika organ-organ tersebut mendapatkan manipulasi tekanan, pijatan, hingga benturan dari luar, maka bisa menyebabkan kerusakan organ dalam rongga perut.

"Kecuali bila ada manipulasi dari luar seperti pijatan atau tekanan dengan tangan atau alat-alat lain, karena otot perut langsung berbatasan dengan organ dalam perut. Beda dengan rongga dada yang ada pelindungnya berupa tulang iga," sambungnya lagi.

NEXT: Saran dokter agar isi lambung tidak tumpah

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT