Mampu Goyahkan Iran, Inikah Rahasia Stamina Kuda Timnas RI Futsal di Piala Asia?

Mampu Goyahkan Iran, Inikah Rahasia Stamina Kuda Timnas RI Futsal di Piala Asia?

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Rabu, 11 Feb 2026 08:16 WIB
Mampu Goyahkan Iran, Inikah Rahasia Stamina Kuda Timnas RI Futsal di Piala Asia?
Timnas futsal RI. Foto: Rifkianto Nugroho/detikfoto
Jakarta -

Euforia final Piala Asia Futsal 2026 antara Timnas Indonesia dan Iran agaknya masih belum surut. Pasalnya, Israr Megantara dan kawan-kawan tampil sangar, meski melawan raja futsal Asia.

Salah satu yang menjadi sorotan warganet adalah stamina anak-anak Garuda di lapangan. Mampu meladeni Timnas Iran sampai babak adu penalti, tentu dibutuhkan level kebugaran yang nggak kaleng-kaleng.

Tapi, apakah 'rahasia' dari stamina Timnas Futsal di Piala Asia 2026 hanya sekadar angka VO2 max yang tinggi?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr Andhika Raspati, SpKO mengatakan dalam kasus tersebut, VO2 max memang memiliki peran besar terkait stamina prima anak asuh Hector Souto. Namun, ada banyak faktor lain yang ikut menyempurnakan.

"Orang kalau VO2 max-nya tinggi tapi muscle endurance-nya rendah yang ada kram-kram dia. Kalau VO2 max-nya tinggi tapi pola permainannya nggak efisien, ya jebol-jebol juga," kata dr Dhika kepada detikcom saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026).

ADVERTISEMENT

"Kalau gerakannya, tekniknya salah dan tidak efisen dalam menggunakan energinya, ya capek-capek juga. VO2 max-nya bagus tapi makannya berantakan, protein dan karbonya kurang ya jebol juga," sambungnya.

dr Dhika yang juga mantan dokter Timnas Balap Sepeda Indonesia ini menambahkan daya tahan seorang atlet dalam bertanding merupakan hasil dari kedisiplinan tingkat tinggi.

"Jadi nggak cuma karena VO2 max. Tapi, pasti kalau kita lihat orang mampu bermain panjang, pasti VO2 max-nya nggak kaleng-kaleng," tegasnya.

Selain itu, kedisiplinan soal recovery juga memegang peran penting. Seperti yang diketahui, jeda antar pertandingan Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia 2026 hanya berkisar dua sampai tiga hari.

Menurut dr Dhika, proses recovery dari mulai asupan makanan-minuman usai pertandingan, terapi pijat untuk performa, hingga mandi es biasanya umum digunakan.

"Begitu keluar dari lapangan, apa yang lu makan pertama kali? Apa yang lo minum juga. Baru kita ngomongin massage, ngomongin ice bath kalau mau dipake. Selain makan juga tidurnya," tutupnya.

Halaman 2 dari 2
(dpy/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads