Gaduh Event Lari Tengah Malam saat Jakarta Hujan Deras, Ini Wanti-wanti Dokter

Gaduh Event Lari Tengah Malam saat Jakarta Hujan Deras, Ini Wanti-wanti Dokter

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Selasa, 10 Mar 2026 18:25 WIB
Ilustrasi hujan
Ilustrasi (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Jakarta belakangan dihebohkan dengan gelaran event lari tengah malam menuju sahur. Pasalnya, banyak pelari tetap gas terus, meski cuaca hujan deras mengguyur.

Bagi sebagian pelari, mungkin ini terasa menyegarkan bisa basah-basahan sambil menjaga pace. Tapi tetap, mengikuti event lari tengah malam tak luput dari berbagai risiko kesehatan.

Spesialis kedokteran olahraga, dr Andhika Raspati, SpKO mengatakan untuk ikut gelaran lari dini hari, kecukupan tidur menjadi satu hal yang krusial dan harus dipertimbangkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Minusnya adalah, kalau yang saya pribadi lihat, dia lari jam 2 pagi gitu cukup nggak tidurnya sebelumnya?" kata dr Dhika saat dihubungi detikcom, Selasa (10/3/2026).

"Kalau terkait masalah jantung apa segala macam, kalau cuma sesekali mungkin nggak masalah kali. Tapi tadi, dalam kondisi orang kurang tidur, dipaksa beraktivitas berat kan ada risikonya ya," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Tak jauh berbeda dengan event lari 'normal' lainnya, lomba lari tengah malam juga tidak diperuntukkan untuk orang-orang FOMO (Fear of Missing Out).

"Orang FOMO kan belum tentu tahu kebugaran jantung parunya gimana. Bahkan apakah mereka punya masalah jantung apa nggak, mungkin nggak tahu ya, lari ya lari aja gitu," katanya.

"Jadi dengan tadi si kurang tidur itu, ya sangat mungkin, lebih mungkin muncul gitu atau probabilitas kena masalahnya," sambungnya.

Persiapan untuk Lari Tengah Malam

dr Dhika menyadari bahwa lomba lari merupakan hak siapa saja untuk mengikutinya. Namun, sebagai tenaga medis, dirinya mengingatkan untuk melakukan persiapan yang matang sebelum race.

"Kalau mau sahurun tahun depan, pertama mungkin pastikan bahwa memang kita sehat. Dalam kondisi jantung paru aman apa nggak dan sebagainya," katanya.

"Kedua, dari pihak panitia mesti bagus safety-nya, pastika lighting-nya bagus, tetap ada support water station. Dan kalau pas hari H, jangan sampai kurang tidur, kalau mau sahurun yang habis tarawih langsung tidur," tutupnya.

Halaman 2 dari 2
(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads