Deg-degan Nunggu Man City vs Arsenal? Nggak Lebay, Dokter Jantung Jelaskan Penyebabnya

Deg-degan Nunggu Man City vs Arsenal? Nggak Lebay, Dokter Jantung Jelaskan Penyebabnya

detikHealth
Minggu, 19 Apr 2026 06:04 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Soccer Football - Carabao Cup - Final - Arsenal v Manchester City - Wembley Stadium, London, Britain - March 22, 2026 Arsenals Declan Rice in action with Manchester Citys Erling Haaland Action Images via Reuters/Paul Childs EDITORIAL USE ONLY. NO U
Foto: Action Images via Reuters/Paul Childs
Jakarta -

Laga Manchester City kontra Arsenal akhir pekan ini jadi momen krusial bagi pendukung klub masing-masing. Pasalnya, ini bisa dikatakan laga penentu bagi masing-masing klub.

Pelatih masing-masing klub, Pep Guardiola dan Mikel Arteta berambisi ingin memenangkan pertandingan ini demi memperlebar peluang menjuarai liga.

City akan menjamu Arsenal di Etihad Stadium, Minggu (19/4/2026) malam WIB, pada lanjutan Liga Inggris. The Citizens sedikit diunggulkan karena bermain di kandang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deg-degan Nunggu Match Ini?

Mungkin, banyak pendukung dari masing-masing klub yang deg-degan menunggu laga panas ini.

ADVERTISEMENT

Bagaimana tidak, jika City menang, maka mereka akan menyamai poin dari The Gunners yang ada di puncak. Sementara, jika Arsenal kalah, maka semakin mengecil pula kesempatan menjuarai Liga Inggris.



Tapi, kenapa ya kok para fans bisa deg-degan? Padahal tidak terlibat langsung di pertandingan.

Dokter spesialis jantung dr Giovanno Rachmanda Maulana, SpJP, FIHA dari Siloam Heart Hospital mengatakan deg-degan dalam konteks ini karena adanya faktor emosional seseorang.

"Deg-degan itu sebenarnya saraf simpatis yang bekerja ya. Kan sistem saraf kita ada yang namanya sistem saraf otonom, otomatis," kata dr Gio kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Hal ini bisa terjadi karena adanya ikatan emosional antara seseorang dengan klub, dan mereka bisa saja sudah 'masuk' ke dalam pertandingan meskipun secara fisik tidak benar-benar ikut bertanding.

Halaman 2 dari 2
(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads