Penuh Tekanan di Arsenal, Ini Siasat Mikel Arteta Jaga Mental Tetap Stabil

Inspirasi Sehat

Penuh Tekanan di Arsenal, Ini Siasat Mikel Arteta Jaga Mental Tetap Stabil

detikHealth
Rabu, 06 Mei 2026 14:37 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
LONDON, ENGLAND - MAY 5: Leandro Trossard of Arsenal celebrates with Mikel Arteta manager / head coach  of Arsenal at full time during the UEFA Champions League 2025/26 Semi Final Second Leg match between Arsenal FC and Atletico de Madrid at Arsenal
Foto: Getty Images/Catherine Ivill - AMA
Jakarta -

Jika ada satu pekerjaan yang belakangan ini tampak begitu berat dan penuh tekanan, mungkin menjadi manajer Arsenal jawabannya. Bagaimana tidak, Mikel Arteta kini dihadapkan dengan dua situasi besar: final Liga Champions dan perebutan gelar juara Liga Inggris.

Di liga domestik, Arsenal sedang berebut gelar juara dengan Manchester City. Sementara, di Liga Champions, The Gunners baru saja memastikan satu tiket di final, menunggu pemenang laga PSG Vs Bayern Munich.

Di klub sebesar Arsenal, tekanan datang silih berganti. Ekspektasi fans, sorotan media, sampai tuntutan hasil di tiap pekan bikin kursi pelatih selalu panas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi sejauh ini, Arteta terlihat tetap menghadapinya dengan kepala dingin, nggak gampang goyah, dan justru berhasil membangun tim yang makin solid, apa ya kira-kira rahasianya?

ADVERTISEMENT

'Waktu Tenang' Mikel Arteta

Sebagai manajer tim papan atas, Arteta sadar bahwa dirinya harus menyiapkan semua untuk memulai hari bahkan ketika ia baru membuka mata. Baik itu menu latihan, evaluasi dari hari kemarin, hingga rencana ke depannya.

Namun, ada satu hal menarik dari Arteta yang selalu ia lakukan untuk menjaga kesehatan mentalnya di tengah tekanan bertubi-tubi, yakni menepi sejenak dari hiruk pikuk.

"Saya tiba di sini (markas latihan Arsenal) pukul 8 pagi dan kemudian saya butuh waktu tenang selama satu jam. Di dalam mobil, saya sudah memikirkan hal-hal yang harus saya lakukan hari ini, hal-hal yang telah saya rencanakan, bagaimana minggu saya akan berjalan," kata Arteta dalam sebuah wawancara dengan klub, dikutip Rabu (6/5/2026).

Keluarga Sebagai Support System

Dikutip dari Tribuna, Arteta mengaku beruntung memiliki keluarga kecilnya sebagai 'safe zone'. Merekalah yang membantunya untuk tetap stabil dan sehat secara mental.

"Pertama-tama, ini tentang keluarga saya. Saya sangat bangga dengan keluarga yang telah kami bangun, dengan orang tua yang saya miliki, teman-teman yang saya miliki, dan cara saya dibesarkan. Itu memberi saya ketenangan, itu memberi saya kebebasan karena saya bisa menjadi diri sendiri, dan saya merasa terlindungi. Itulah mengapa hal itu memberi saya stabilitas," kata Arteta.

Dia beberapa kali bilang, sepakbola memang passion-nya, tapi nggak boleh sampai ngerusak kehidupan pribadi. Keluarga jadi tempat paling aman buat recharge mental setelah tekanan pertandingan.

"Ada banyak hal dalam hidup kita, dan terutama dalam profesi ini, yang dapat dengan cepat mengubah keadaan emosional, cara berpikir, dan perasaan kita. Tetapi saya selalu kembali pada prinsip 'saya melakukan apa yang saya lakukan karena saya mencintainya'," kata Arteta.

"Ini adalah gairah saya. Sesuatu yang menjadi gairah saya tidak boleh membahayakan kesehatan, keadaan emosional, atau keluarga saya. Saya tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi," sambungnya.

Lihat juga Video: Pujian Setinggi Langit Simeone untuk Arteta dan Arsenal

Halaman 2 dari 2
(dpy/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads