Malah Menangis saat Arsenal Akhirnya Juara? Ini Fakta 'Air Mata Bahagia'

Malah Menangis saat Arsenal Akhirnya Juara? Ini Fakta 'Air Mata Bahagia'

detikHealth
Rabu, 20 Mei 2026 13:15 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Euforia menyelimuti kawasan London Utara setelah Arsenal F.C. memastikan diri meraih gelar Liga Inggris musim 2025/2026. Ribuan suporter The Gunners memadati area sekitar Emirates Stadium untuk merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka mengakhiri
Bahagianya fans Arsenal di Emirates Stadium usai Meriam London dipastikan menjuarai Liga Inggris musim 2025/2026 (Foto: Reuters/Andrew Boyers)
Jakarta -

Air mata biasanya identik dengan kesedihan, sehingga terasa cukup aneh ketika mulai menangis saat dipenuhi kegembiraan. Kondisi ini yang mungkin banyak dialami fans Arsenal.

Sebagai konteks, Tim Meriam London memastikan diri sebagai juara Liga Inggris musim 2025/2026 setelah menunggu 22 tahun lamanya. Kepastian ini didapat usai Manchester City bermain imbang 1-1 saat bertandang ke markas Bournemouth di Vitality Stadium, Rabu (20/5) dini hari WIB.

Kenapa Air Mata Jatuh Saat Bahagia?

Happy tears atau air mata kebahagiaan merupakan hal yang umum terjadi, dan sepenuhnya normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Verywellmind, para ilmuwan dan peneliti telah lama berupaya memahami mengapa orang menangis ketika mengalami kegembiraan atau kebahagiaan.

Teori awal menyatakan bahwa hal ini terjadi sebagai akibat dari perasaan yang 'ditekan', artinya orang menangis ketika mengalami kegembiraan kemungkinan memiliki perasaan sedih yang terpendam yang belum teratasi dengan baik.

ADVERTISEMENT

Dalam konteks Arsenal, hal ini bisa terjadi karena penantian lama yang dirasakan oleh fans. Dalam periode itu, Arsenal sering di-PHP karena seringkali 'terpeleset' di akhir-akhir musim, bahkan sampai muncul sindiran 'si penjaga trofi'.

Teori lain yang dikemukakan oleh para ilmuwan Miceli dan Castelfranchi menyatakan bahwa semua jenis tangisan berasal dari perasaan frustrasi, ketidakberdayaan, dan pasrah.

Menangis hampir terasa tak terhindarkan ketika mengalami emosi yang kuat, baik itu kegembiraan, frustrasi, atau kemarahan. Meskipun mungkin tidak selalu membiarkan air mata mengalir bebas, seseorang sering kali merasakan air mata itu akan datang.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal ini karena menangis dapat membantu mengelola emosi yang kuat. Saat seseorang menangis, rasanya seperti sedang melepaskan sebagian dari emosi tersebut.

Manfaat Menangis

Dikutip dari WebMD, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa ada empat jenis air mata positif: air mata kegembiraan, kasih sayang, keindahan, dan pencapaian.

Menangis dapat menyebabkan tubuh memproduksi hormon yang membuat merasa lebih baik. Tubuh akan melepaskan oksitosin dan endorfin setelah menangis, yang dapat membantu memperbaiki suasana hati.

Tetapi jika seseorang mencoba menahan air mata atau merasa malu saat menangis, hal itu justru dapat memberikan efek sebaliknya dan malah memperburuk suasana hati.

Menangis karena bahagia memiliki tujuan. Air mata itu dapat membantu menjaga keseimbangan emosional. Orang yang menangis karena bahagia saat merasa kewalahan sebenarnya dapat pulih lebih baik dari perasaan awal yang menyebabkan mereka menangis.

Halaman 2 dari 2
(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads