Menyoal Encopresis, Viral Dikaitkan Peserta Hyrox Jakarta Diduga Cepirit saat Lomba

Menyoal Encopresis, Viral Dikaitkan Peserta Hyrox Jakarta Diduga Cepirit saat Lomba

detikHealth
Selasa, 30 Jun 2026 14:05 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Female athlete pushing a weighted sled in a gym. Top view of a woman performing strength training exercise on a black gym floor. Hyrox Training Concept.
Ilustrasi Hyrox (Foto: Getty Images/pixdeluxe)
Jakarta -

Viral di media sosial soal diduga salah satu peserta Hyrox Jakarta yang 'cepirit' saat lomba. Ternyata, dalam kacamata medis, kondisi ini normal dan mungkin saja terjadi.

"Kemarin beritanya bau sandbag, sekarang ada yg cepirit di rower machine.. kocak lahh em," tulis akun coky*** dikutip detikcom di Threads, Selasa (30/6/2026).

"Boleh ke toilet ga sih kalau Hyrox?" tulis yang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya ampun ini beneran sampe segini nya para petarung olahraga kalcer tolong lah perut di kondisikan sebelum race," tulis lainnya.

ADVERTISEMENT

Sebenarnya, masih simpang siur informasi terkait 'cepirit' tersebut. Pasalnya, ada juga informasi bahwa warna kuning tersebut berasal dari energy gel.

Namun, terlepas dari itu semua, dokter spesialis penyakit dalam, konsultan gastroentologi, hepatologi dr Aru Ariadno, SPPD-KGEH mengatakan bahwa seseorang memang bisa berpotensi 'cepirit' saat melakukan olahraga intensitas tinggi.

Kondisi ini dinamakan encopresis atau inkontinensia tinja. Encopresis adalah kondisi ketika secara tidak sengaja buang air besar yang berulang ke dalam pakaian.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, biasanya, kondisi ini terjadi ketika tinja yang terkena dampak terkumpul di usus besar dan rektum. Usus besar menjadi terlalu penuh dan tinja cair bocor di sekitar tinja yang tertahan, sehingga menodai pakaian dalam.



Menurut dr Aru, Hyrox sendiri merupakan olahraga berat karena mengharuskan pesertanya memadukan lari dan latihan kekuatan fungsional.

"Aktivitas fisik yang berat dan berintensitas sangat tinggi dapat memicu masalah pencernaan. Akibat aktivitas ini aliran darah tubuh akan dialihkan dari organ tubuh lainnya menuju ke otot yang bekerja keras," kata dr Aru saat dihubungi detikcom, Selasa (30/6/2026).

"Selain itu, goncangan di perut akibat lari dan tekanan, sewaktu melakukan aktivitas fisik menyebabkan gangguan kestabilan usus apalagi ditambah dengan konsumsi makanan yang tidak dicerna dengan baik seperti gel energi akan menambah kemungkinan terjadinya cepirit," sambungnya.

Namun, tetap saja kondisi seperti ini bisa dihindari. Menurut dr Aru, pemilihan makanan sebelum kompetisi sangat krusial.

"Sebaiknya mengonsumsi makanan yang tidak tinggi serat dan cukup cairan pada waktu sebelum dan saat melakukan kegiatan Hyrox perlu diperhatikan," tutupnya.

Simak juga ulasan mendalam tentang exercise-induced gastrointestinal distress, penyebab cepirit saat olahraga, dalam [FOKUS] Perut Mules Saat Race

Halaman 2 dari 2
(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads