Jumat, 04 Mar 2005 14:32 WIB

Deep Brain Stimulation untuk Depresi

- detikHealth
Jakarta - Penderita depresi berat yang sudah tidak dapat ditangani dengan tipe standar mungkin dapat dibantu dengan mencobakan perawatan baru yang disebut stimulasi otak mendalam atau (deep brain stimulation. Empat sampai enam penderita depresi berat yang menjalani perawatan deep brain stimulation memerlukan pembedahan dengan pemasangan alat penghasil elektroda di bagian otak untuk menekan dan mengurangi depresi. Riset deep brain stimulation ini dilaporkan di jurnal medis Neuron. Enam penderita yang telah mengalami depresi antara 1,5 sampai 10 tahun melakukan perawatan depresi dengan cara ini, selain perawatan psikoterapi dan terapi electroconsulsive. Ketika elektroda terpasang, penderita depresi dilaporkan mendapat efek seperti mendapat ketenangan, memunculkan kesadaran, dan memberikan dampak perhatian. Mereka dilaporkan juga memperlihakan pergerakan sensor motorik dan rata-rata dapat berbicara secara spontan. Setelah dua bulan percobaan pemakaian stimulasi elektroda ini, lima dari enam penderita depresi menunjukkan pengurangan angka depresi lebih dari 50 persen. Dalam enam bulan, empat penderita melanjutkan untuk dipantau perkembangan respon antidepresinya. Perbaikan lain setelah perawatan ini antara lain munculnya tenaga, interes, percepatan pergerakan psikomotorik penderita, pengurangan kelesuan, dan perbaikan inisiatif, serta dapat melakukan tugas-tugas yang sederhana pada penderita depresi.Sebelumnya, deep brain stimulation telah berhasil dipergunakan sebagai perawatan pada penderita epilepsi dan parkinson.

(msh/)