Jumat, 15 Apr 2005 15:25 WIB

Pesimis dan Gelisah Berisiko Parkinson

- detikHealth
Jakarta - Ada sesuatu yang perlu disikapi pada kepribadian seseorang. Pesimis dan kegelisahan berhubungan dengan perkembangan penyakit parkinson di kemudian hari. "Riset yang baru pertama kali dilakukan ini menunjukkan bahwa orang yang mempunyai rasa gelisah dan pesimisme yang tinggi berisiko mengakibatkan munculnya penyakit parkinson pada usia 30 atau 40 tahun mendatang," kata James Bower, MD, neurologis dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota AS, dan juga periset yang terlibat dalam penelitian ini. Periset melibatkan kurang lebih 5.000 laki-laki dan perempuan yang menjalani tes standar kepribadian antara tahun 1962 sampai 1965. 128 orang dinyatakan akan mengidap penyakit parkinson di usia 35 atau 40 tahun. Melalui tes standar kepribadian ini jika seseorang mendapatkan nilai tinggi pada angka kegelisahan sekitar 60 persen atau lebih dimungkinkan akan mengalami perkembangan penyakit parkinson. Sementara itu, jika nilai pesimis berada dalam skala 50 persen atau lebih akan mengakibatkan pertumbuhan penyakit yang berhubungan dengan syaraf. Demikian papar James Bower, MD seperti yang diceritakan kepada WebMD. Seseorang yang mempunyai penyakit parkinson umumnya mengalami kegelisahan. Kegelisahan seringkali disebabkan oleh stres. Bahkan jika rasa gelisah sudah mencapai taraf yang kronis, penyakit parkinson akan lebih cepat menghampiri. Penyakit parkinson adalah penyakit yang menyerang sistem sel syaraf di otak yang berfungsi sebagai pengontrol pergerakan otot. Parkinson menyebabkan gemetar, kerusakan otot, beberapa masalah koordinasi dan keseimbangan badan, dan bahkan dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan berjalan. Gejala parkinson umumnya mulai dirasakan pada usia setelah 50 tahun. Namun, kini parkinson juga telah mulai diidap oleh beberapa orang usia muda.

(msh/)