Jumat, 29 Apr 2005 15:58 WIB

Menanggapi Penembakan Anggota TNI dan Polri

Prof. Dadang Hawari: Evaluasi Fisik dan Mental Prajurit

- detikHealth
Jakarta - Depresi dalam diri seorang prajurit TNI/Polri harus ditangani dengan serius. Sistem pembinaan fisik dan mental yang ada perlu dikaji ulang.Bagi seorang prajurit, depresi bisa disebabkan oleh berbagai hal. Penugasan yang terlalu lama akan menimbulkan kelelahan fisik dan mental. Kondisi ini bisa menyebabkan seorang prajurit mengalami gangguan persepsi (penglihatan).Belum lagi masalah minimnya anggaran yang berujung pada rendahnya tingkat kesejahteraan prajurit. Situasi ini berperan banyak terhadap kinerja seorang prajurit di lapangan. Jika kesejahteran kurang pikiran bisa kemana-mana dan tidak fokus. Depresi bisa terjadi pada siapa saja yang mengalami penurunan fisik dan mental."Perlu dikaji dan dievaluasi fisik dan mental prajurit yang ada. Jaminan logistik jangan cuma di lapangan saja tapi juga di rumah sehingga mereka dapat dengan tenang bertugas di lapangan," kata Psikolog, Prof. Dadang Hawari.Dadang juga menilai, saat ini terjadi peningkatan agresifitas di kalangan personel TNI dan Polri. Hal itu terlihat dari seringnya terjadi bentrokan sesama personel, baik sesama anggota TNI maupun dengan Polri. Institusi TNI/Polri harus mewaspadai faktor-faktor pendorong agresifitas prajurit tersebut. "Misalnya peredaran miras dan narkotika di kalangan prajurit," ungkap Dadang.Pendapat senada dilontarkan pengamat militer, Salim Said. Menurut Salim, banyaknya personel TNI yang depresi atau stres harus ditindaklanjuti dengan serius. Salah satu caranya dengan melakukan tes psikologi setiap akan menjalani suatu penugasan. Meskipun untuk kegiatan tersebut dibutuhkan dana yang tidak sedikit.Salim juga menyarankan agar Komisi I DPR meminta klarifikasi persoalan ini kepada pimpinan TNI/Polri. Hal ini mengingat peristiwa yang meminta korban ini tidak hanya terjadi sekali saja. DPR harus mencari tahu apakah persoalan ini semata-mata disebabkan faktor psikologis atau ada sebab yang lainnya."Seperti gaji yang kurang. Kalau gaji kurang kan juga bisa menimbulkan stress. Anak sakit tapi tidak bisa ke dokter, atau anak mau sekolah tapi tidak ada dana."Soal pembinaan mental, dijelaskan Kapendam Jaya Letkol Apang Sopandi, hal tersebut terus dilakukan secara teratur dan terus menerus. Menyinggung peristiwa penembakan yang dilakukan Praka BC, Minggu (24/4/2005) lalu, Apang menilai hal itu lebih disebabkan faktor individu.Untuk bisa menjadi seorang personel TNI, seseorang harus mengikuti tes psikologi terlebih dahulu. Tak terkecuali Praka BC, dia terbukti telah lulus tes psikologi tersebut. "Jadi saya kira itu (kasus penembakan) berpulang ke pribadi masing-masing," tukas Apang.

(msh/)