feed
Konsultasi Genetika
Dr. Teguh Haryo Sasongko. MD. PhD
Rabu, 03 Mar 2010 10:01 WIB

Tes DNA untuk Menentukan Hubungan Saudara

Jakarta -

Saya seringkali mendengar istilah tes DNA untuk menentukan seseorang masih berhubungan saudara atau tidak. Sebenarnya apa yang dilakukan dalam tes DNA tersebut? Berapa banyak DNA yang mirip sehingga dua orang tersebut bisa dikatakan bersaudara? Terimakasih dok.

Rilia Sari (Perempuan Menikah, 37 Tahun), riliasr@gmail.com


Jawaban

Hampir setiap sel manusia memiliki DNA. DNA dalam sel tersusun sebagai unsur yang disebut nukleotida. Manusia memiliki kira-kira 3 miliar pasang nukleotida dalam tiap-tiap selnya. Ada 4 macam nukleotida yang masing-masing disimbolkan dengan huruf A, C, T dan G.

Ke-3 miliar pasang nukleotida ini tersusun dari variasi urutan keempat macam nukleotida tersebut. Keseluruhan 3 miliar pasang nukleotida ini disebut dengan genom manusia. Sebagian genom manusia diturunkan dari ayah dan sebagian lagi diturunkan dari ibu.

Dalam genom manusia terdapat apa yang disebut genetic marker. Genetic marker ini tersebar merata disepanjang genom manusia dan biasanya terdapat dalam bentuk pasangan/kelompok nukleotida berulang (CACACA atau CTCTCT atau CTGCTGCTG dst).

Jumlah perulangan nukleotida pada genetic marker ini stabil dan diturunkan dari generasi ke generasi. Dengan demikian, genetic marker ini dapat digunakan untuk menentukan apakah bagian dari genom manusia dimana terdapat marker itu diturunkan dari ayah atau dari ibu atau tidak dari kedua-dua orang yang disangka sebagai ayah atau ibunya.

Misalnya, pada satu bagian genom seseorang terdapat perulangan pasangan nukleotida CA sebanyak 25 kali (CACA sampai 25 kali). Perulangan nukleotida yang sama dengan jumlah yang sama pada bagian genom yang sama harus dijumpai pada ayah atau ibunya.

Jika perulangan ini tidak dijumpai pada kedua orang yang dianggap sebagai ayah atau ibunya, maka dapat dikatakan orang itu bukan anak mereka. Dengan demikian, keseluruhan genetic marker pada seorang anak harus dapat dijumpai pada ayah atau ibunya. Jika ada satu saja marker yang tidak terdapat pada ayah atau ibunya, maka anak itu tidak dapat dikatakan anak biologis kedua orang yang disangka ayah atau ibunya.

Ada banyak lokasi dalam genom manusia yang memiliki sifat-sifat seperti ini. Umumnya lebih dari 15 belas lokasi genetic marker perlu untuk diperiksa. Semakin banyak lokasi yang diperiksa, maka semakin akurat tesnya. Walaupun tidak ada satupun tes yang dapat menawarkan akurasi 100%, akurasi 99,9-99,99% yang memeriksa sekitar 16-23 lokasi sudah dapat diterima secara ilmiah.

Selain itu, juga dapat diterangkan mengenai tes untuk menentukan hubungan kakak-adik biologis. Keseluruhan genom manusia terbagi dalam 'paket-paket' yang disebut kromosom.

Ada 23 pasang kromosom manusia. Kromosom nomor 1-22 dan satu pasang lagi kromosom seks. Seperti diterangkan di atas, pada tiap pasangnya satu kromosom diturunkan dari ayah dan satu lagi dari ibu. Laki-laki memiliki kromosom seks X dan Y, sementara perempuan X dan X. Kromosom Y pada laki-laki selalu didapat dari garis ayah dan hanya diturunkan pada anak-anak laki-laki mereka.

Profil kromosom Y dapat menentukan apakah dua orang atau lebih laki-laki memiliki ayah yang sama. Salah satu kromosom X pada perempuan berasal dari ayah. Profil kromosom X dapat menentukan apakah dua orang atau lebih perempuan berasal dari ayah yang sama. Untuk kekerabatan dari sisi ibu, perlu dilihat profil genetic marker pada bagian sel yang khas, yang disebut mitochondria.

Mitochondria pada semua manusia hanya diturunkan dari garis ibu. Demikian pula, hanya perempuan yang akan menurunkan mitochondria mereka pada semua anak-anaknya. Profil genetic marker pada mitochondria dapat menentukan apakah dua orang atau lebih memiliki ibu biologis yang sama.

Namun sifat genetic marker pada mitochondria ini berbeda dari yang diterangkan diatas. Biasanya hanya merupakan urutan nukleotida yang spesifik dan bukan merupakan perulangan nukleotida seperti dijelaskan di atas.

dr. Teguh Haryo Sasongko, PhD
Ahli Genetika Molekuler, (peneliti dan pengajar) di Human Genome Center, School of Medical Sciences, Universiti Sains Malaysia, 16150 Kubang Kerian, Kota Bharu Kelantan, Malaysia.

(ir/ir)
News Feed