Leona Victoria Djajadi
Konsultasi Gizi
Leona Victoria Djajadi
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria.
Rabu, 15 Mar 2017 15:19 WIB

Hindari Makanan Berkalori Tinggi, Tapi Mengapa Badan Tetap Gemuk?

Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Mbak Leona, saya adalah orang yang tidak terlalu suka makan makanan yang aneh-aneh seperti susu, keju, pizza, burger, atau makanan manis lainnya. Tapi mengapa, badan saya gemuk? FYI, saya jarang sarapan atau pun makan malam, tapi memang sekali makan dengan porsi yang besar, apakah itu berpengaruh? Mohon pencerahannya. Terimakasih.

Randi (Laki-laki, 25 tahun)

Jawaban

Hi Randi,

Menjadi gemuk itu bukan melulu karena makanan yang menurut kamu aneh tersebut. Makanan lokal pun bisa membuat gemuk. Contoh gampangnya adalah terlalu banyak makan gulai, santan, goreng-goreng dan minum minuman manis-manis.

Jadi Anda perlu memperhatikan apa yang Anda makan. Selain makan siang besar tersebut, juga perlu diingat-ingat apakah sering menyemil?

Kalau hanya makan 1 kali sehari, seperti mengikuti pola diet Intermitten Fasting maka tidak masalah. Yang menjadi masalah jika ternyata ngemilnya sepanjang hari. Jadi asupan kalori yang tidak diperhatikan justru lebih banyak dibanding saat makan utama.

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria. (hrn/up)
News Feed