Kamis, 18 Des 2014 12:16 WIB

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Konsultasi Seks: Ejakulasi Dini yang Bikin Stres

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Ejakulasi dini yang terlalu cepat kerap kali mengurangi keharmonisan pasangan suami istri yang sedang bersanggama. Biasanya hal tersebut berdampak pada kondisi psikologis suami yang merasa belum dapat memuaskan pasangannya.

Dalam rentang satu tahun, permasalahan ejakulasi dini kerap melayang ke meja redaksi detikHealth. Misalnya saja yang dialami Raka Aditia, seorang laki-laki menikah berusia 23 tahun yang merasa shock dan uring-uringan akibat masalah ejakulasi dininya.

Saya baru menikah, saya kaget dan stres Dok karena pada hubungan intim pertama kami tidak bisa memuaskan istri sebab ejakulasi dini. Proses foreplay sudah tidak ada masalah Dok. Tapi ketika saya baru melakukan 3-4 kali dorongan, saya sudah klimaks duluan. Jadi saya ingin bertanya apakah ejakulasi dini saya sudah parah atau tidak? Bisa disembuhkan apa tidak? Kalau bisa bagaimana caranya Dok?

Menurut dr Andri Wanananda MS, anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang mengasuh Konsultasi Seksologi di detikHealth, pada seseorang yang usia perkawinannya masih sangat muda, suami yang tidak bisa memuaskan istri karena mencapai klimaks lebih dulu bukan serta-merta mengalami ejakulasi dini. Pada pria yang baru menikah, tentu butuh waktu untuk bisa 'handal'.

"Sudah lazim pada pengantin baru, timbul rasa gamang, ragu tidak bisa memuaskan pasangannya," ucap dr Andri yang juga anggota Asosiasi seksologi Indonesia (ASI).

Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara itu mengklasifikasikan jenis-jenis ejakulasi dini menjadi tiga, yaitu: (1) ED ringan, merupakan ejakulasi yang terjadi amat cepat setelah hubungan seksual berlangsung dalam beberapa kali gesekan yang singkat. (2) ED sedang, yaitu ejakulasi yang langsung terjadi setelah penis masuk ke vagina, dan (3) ED berat adalah ejakulasi yang langsung terjadi saat penis menyentuh kelamin wanita bagian luar. Bahkan ada pula pria dengan ED berat yang mengalami ejakulasi sebelum penisnya menyentuh kelamin wanita bagian luar.

"Pada jenis ED berat seperti ini hambatan kehamilan mungkin saja terjadi, karena tidak ada penetrasi penis yang bisa menghantarkan sel sperma ke dalam rahim istri," lanjut dr Andri.

Namun sebaliknya, menurut dr Andri, kalau yang dialami bukan ejakulasi dini berat, ada kemungkinan masih dapat melakukan penetrasi penis. Karena ada penetrasi dan terjadi ejakulasi, maka pasangan berpotensi hamil.

Nah, agar suami istri mencapai orgasme bersamaan, dr Andri menyarankan agar suami melakukan foreplay lebih lama, baik secara manual ataupun oral. Setelah ada tanda-tanda istri akan mencapai orgasme, baru sebaiknya penetrasi dilakukan. Lakukan beberapa dorongan sehingga memicu ejakulasi dan orgasme.

(vit/vit)
News Feed