feed
Konsultasi Laktasi
dr. Asti Praborini SpA. IBCLC
Selasa, 25 Okt 2016 11:46 WIB

Cara Tepat Menyapih Anak untuk Ibu Bekerja

Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Saya ibu bekerja, Dok. Sejak anak saya 26 bulan, saya tidak lagi pumping ASI di kantor. Saya berniat menyapih anak saya, tapi kok susah sekali ya Dok. Dia menangis dan kesal kalau tidak saya izinkan untuk menyusu.

Biasanya dia menyusu saat akan tidur malam. Ketika saya di rumah, dia juga kerap minta menyusu. Jika dia saya beri susu dalam cup, cup hanya dia pegang saja. Dia tidak mau meminumnya.

Ada yang menyarankan saya mengoleskan rasa tidak enak di puting, sehingga anak tidak mau menyusu lagi. Tapi rasanya tidak tega. Gimana sebaiknya Dok?

Tata (Wanita, 25 tahun)

Jawaban:

Selamat siang Ibu Tata, terimakasih atas pertanyaannya. Untuk menyapih anak, peran keluarga sangat diperlukan, terutama ayah. Sebaiknya ibu berbicara dulu dengan suami untuk meminta kesediannya mendampingi dan berperan serta dalam penyapihan.

Saat malam hari, diusahakan anak tidur terpisah dengan ibu untuk beberapa hari. Biarkan anak tidur bersama ayahnya dulu selama beberapa hari. Biasanya anak memang akan rewel pada hari-hari pertama, dan di sinilah peran keluarga dibutuhkan. Ayah atau keluarga lainnya mengambil peran untuk menenangkan anak ketika malam hari rewel minta menyusu. Berikan juga pengertian kepada anak bahwa ia sudah tidak boleh menetek lagi.

dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC
Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata, Depok
Ketua AKLII (Asosiasi Konsultan Laktasi Internasional Indonesia).
www.rspermatadepok.com (hrn/up)
News Feed