Kamis, 19 Nov 2015 16:41 WIB

Mengatasi Anak yang Ngambek dan Teriak Saat Keinginannya Tak Dituruti

Suherni Sulaeman - detikHealth
Ilustrasi: Thinkstock Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Salam Mbak Ratih. Saya punya keponakan perempuan umur 6 tahun. Kebetulan 'kehadiran' dia memang dinanti-nanti oleh ayah ibunya. Akibatnya, semua kemauan keponakan saya ini selalu dituruti, toh dia salah dan dimarahi pun orang tuanya tidak terlalu 'galak'. Sekarang, keponakan saya ini selalu minta dituruti kemauannya, kalau tidak dia akan teriak-teriak dan ngambek. Kalau dinasihati orang lain, dia bisa lebih galak.

Apakah pola didik orang tuanya sudah kadung salah? Lantas, bagaimana mengubah tabiat keponakan saya itu supaya dia bisa lebih nurut dan sadar kalau semua keinginannya tidak bisa dituruti? Lalu, apa saran yang bisa saya berikan kepada kedua kakak saya? Terimakasih.

Mustika (Wanita, 23 tahun)
mus_XXXXX@yahoo.com
Tinggi 163 cm, berat 60 kg

Jawaban

Dear Mbak Mustika, menjadi orang tua memang tidak mudah dan harus memperkaya diri dengan banyak pengetahuan cara mendidik serta melakukan pengasuhan. Terlepas dari benar ataupun salah, mari coba kita melakukan perubahan terhadap pola yang diterapkan kepada keponakannya. Hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk melakukan pengasuhan secara lebih baik lagi adalah dengan memberikan batasan dan pengertian mengenai hal-hal yang bisa diberikan atau tidak.

Anak dapat membentuk sistem regulasi diri jika memang diberikan kesempatan lebih banyak untuk dapat melakukannya sehingga hal tersebut dapat terbentuk secara sempurna sesuai usia. Hal praktis yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah dengan membuat aturan secara konsisten dan diterapkan lengkap dengan konsekuensi yang logis (bukan hukuman).

Usia keponakan Mbak Mustika yang sudah mencapai 6 tahun memungkinkan untuk mendapatkan penjelasan dan pemahaman secara verbal dan setiap aturan yang diberikan sebaiknya diikuti dengan contoh konkret, misalnya jika ingin membuat aturan kapan waktunya membeli mainan, anak diberikan pemahaman bahwa mainan dapat dibeli setiap 3 bulan sekali di tanggal tertentu, jelaskan alasannya dan mengapa perlu dilakukan pengaturan pembelian mainan.

Bila perlu diskusi yang dilakukan disertai dengan contoh cerita anak-anak yang terkait dengan permasalahan yang dihadapi sehingga anak akan lebih mudah dalam memahami. Selain itu perlu dilakukan penguatan terhadap perilaku yang akan dibentuk dengan memberikan reward atau penghargaan berupa stiker atau poin ketika anak dapat melakukan sesuatu sesuai kesepakatan. Selamat mencoba dan semoga berhasil, biasanya efek akan muncul setelah 3 bulan pelaksanaan aturan dan kesepakatan secara konsisten.

Ratih Zulhaqqi, M.Psi
Psikolog Anak lulusan Magister Profesi Klinis Anak Universitas Indonesia. Saat ini berpraktik di RaQQi - Human Development & Learning Centre
Jl. Tebet Barat IX No 11 Jakarta Selatan Telp 021-85585261/087877928230. Follow Twitter Ratih: @ratihyepe.

(hrn/vit)
News Feed