feed
Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Zoya Amirin M.Psi
Jumat, 05 Okt 2012 15:18 WIB

Punya Perilaku 'Gila' Karena Hobi Nonton Film Porno

ilustrasi (foto: Thinkstock) ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta -

Dear Zoya Amirin. Sebelumnya maaf bila nanti saya berkata sesuatu yang menurut saya mungkin akan membuat anda membenci saya. Saya sekarang masih kuliah, pernah bekerja juga selama 1 tahun.

Saya pertama kali nonton film porno waktu duduk di kelas 2 SMP dan mulai sangat tertarik dengan film-film tersebut sejak duduk di kelas 3 SMA. Sepertinya semua jenis film (swinger, gangbang, beastility, dan lain-lain) sudah saya ketahui.

Hingga pada semester 2 saya baru mengalami pacaran. Teman-teman saya tidak ada yang percaya kalau saya baru pacaran sejak semester 2 padahal tampang seperti playboy, hehe. Selama kuliah saya sudah berpacaran kira-kira 5 kali.

Selama pacaran, saya masih suka menonton film porno, biasa saya dapat dari teman-teman kuliah yang rajin mendownload. Hingga suatu ketika saya menemukan hal baru. Porno juga sih, itu adalah cerita dewasa atau cerita mesum. Cerita-cerita tersebut bagi saya begitu menarik ketimbang film porno yang lebih terkesan dibuat-dibuat. Cerita dewasa yang paling kusuka adalah cerita tentang gangbang atau tentang selingkuh.

Sejak itu, lama kelamaan, setiap saya membaca cerita tersebut, saya selalu membayangkan bagaimana bila tokoh wanita yang ada dalam cerita tersebut adalah pacar saya sendiri. Tiap membayangkan itu, saya bisa terangsang berat dan berujung dengan onani.

Lalu, saya cerita ke pacar saya, dengan halus dan panjang lebar (dari hari ke hari) saya sepertinya juga meracuni pikiran pacar saya. Awalnya dia marah, tapi lama-lama dia terlihat suka dan menjadi pembicaraan yang menyenangkan setiap kami telponan dan kami pun mulai terbiasa hingga pada waktu itu saya ingin cerita itu menjadi real dan dengan candaan saya ungkapkan kepadanya.

Hingga suatu ketika, saya mengajak pacar ke rumah teman saya, di sana kami berempat, semua laki-laki kecuali pacar saya. Kami bermain kartu, dan siapa yang kalah harus melepaskan pakaiannya. Tapi sebenarnya saya tidak mau pacar saya ikut dalam permainan itu. Hmmmm tapi penasaran sepertinya menyenangkan, apalagi pacar saya juga tak keberatan.

Keanehan pada diri saya akhirnya menjadi kenyataan, kenapa saya bisa terangsang bila laki-laki lain bisa menikmati pacar saya? Setelah lama bermain kartu, peraturan menjadi lebih gila, siapa yang kalah harus menuruti perintah pemenang, apapun perintahnya. Hingga pacar diperintah ciuman dengan teman saya.

Akhir cerita, kami berempat melakukannya secara bergantian ataupun beramai-ramai. Hufft saya tidak sanggup cerita secara mendetail mbak, saya ini sudah gila kali ya? Tolong saya mbak supaya bisa normal lagi. Saya malu banget walaupun identitas saya tidak jelas. Terimakasih

Ran (Pria Lajang, 26 Tahun), ekkXXXXXXX@ymail.com
Tinggi Badan : 182 cm, Berat Badan : 78 kg

Jawaban

Ran, saya tidak membenci Anda. Tapi jangan lupa bahwa pilihan hidup itu selalu ada konsekuensinya. Saran saya, berhentilah menyaksikan film porno karena memberikan pesan yang salah tentang seksualitas sehingga bisa mempertanyakan kenormalan seksualitas Anda. Film porno juga memberkan image yang salah mengenai relationship.

Bahkan ketika sudah menikah nanti, keterbiasaan Anda terhadap film porno bisa memboikot kepuasan seksual Anda. Belum lagi akibat kerusakan otak akibat menyaksikan film porno. Bahayanya teramat banyak, kalau saya teruskan lagi bisa habis halaman ini untuk meyakinkan Anda bahwa tidak ada baiknya sama sekali menyaksikan film porno.

Jadilah laki-laki sejati yang mencintai seorang perempuan dan hidup bahagia membangun rumah tangga berdasar cinta tanpa film porno. Kedua, selama apa yang dilakukan dengan pacar tidak ada paksaan sama sekali, saya tidak bisa berkomentar apa-apa. Jika Anda berdua melakukannya dengan sama-sama ikhlas dan dewasa, saya rasa itu terserah Anda berdua dan tidak melanggar hukum.

Ketiga, ketika Anda mengatakan ingin kembali normal, apa sih konsep normal buat Anda? Apakah Anda ingin menikmati pacar berdua dengan Anda. Memang dengan cara pacaran demikian di mana Anda menikmati saat pacar dinikmati orang lain, saya khawatir Anda akan menjadi posesif. Bisa jadi di belakang Anda Anda jadi punya ketakutan pacar akan berselingkuh dengan laki-laki lain atau mencoba sex act lain yang baru tanpa Anda.

Tapi selama Anda berdua memang ingin memiliki open relationship, saya kembalikan kepada Anda. Yang jelas, bentuk swinger maupun gangbang kan hanya seru di film saja. Untuk sebuah relationship, apalagi untuk hubungan yang berkomitmen, hampir tidak pernah ada orang yang berhasil menjalankannya tidak dengan cinta, komitmen dan kesetiaan.

Zoya Amirin, M.Psi

Psikolog seksual bersertifikasi dengan pendidikan seksual berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual dan juga merupakan anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.

Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

(pah/ir)
News Feed