Wulan Ayu Ramadhani M.Psi
Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani M.Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah https://pranikah.org/
Rabu, 20 Des 2017 19:50 WIB

Kata Psikolog Soal Menikah dengan Seseorang yang Dijodohkan

Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Salam Ibu Wulan, bagaimana pendapat Anda jika menikah terpaksa karena dijodohkan. Akankah rumah tangganya bertahan lama?

P (Perempuan, 22 tahun)

Jawaban

Dear Mbak Putri,

Dapat dipahami jika Anda merasa khawatir akan usia rumah tangga Anda yang didasari atas keterpaksaan.Lama atau tidaknya rumah tangga tidak hanya ditentukan apakah pernikahan ini terjadi karena perjodohan atau tidak. Ketika menikah, komitmen untuk menjalani pernikahan dengan segala permasalahannya lah yang akan membantu pasangan untuk bertahan atau tidak. Pertanyaan saya, dengan adanya rasa terpaksa ini, mungkinkan Anda dan pasangan memiliki komitmen ini?

Di sisi lain, saya belum memahami pertimbangan apa yang membuat perjodohan ini menjadi perlu dilakukan, dan Anda merasa perlu untuk menjalankan perjodohan di usia Anda yang masih muda (22 tahun).

Kalau Anda memang masih ragu dengan perjodohan ini, ada baiknya Anda menyampaikan dengan jujur kepada orang yang menjodohkan Anda (orangtua, barangkali?). Orang tersebut bisa jadi akan sakit hati atau marah, namun, Anda juga dapat meyakinkan bahwa Anda bisa mencari sendiri orang yang ingin Anda nikahi. Jika dibutuhkan, Anda bisa minta bantuan keluarga dekat agar bisa menjadi penengah.

Jika perjodohan ini dilakukan karena memang Anda dianggap tidak mampu mencari sendiri pasangan hidup, bagaimana jika membuat semacam kesepakatan. Misalnya, kriteria yang Anda harapkan dan Ibu yang memperkenalkan, kemudian beri waktu untuk Anda berdua saling mengenal. Buat juga kesepakatan jika memang pilihan ibu belum sesuai.Lagi-lagi, jika sulit mencapai kesepakatan, Anda bisa minta bantuan dari keluarga dekat untuk menjadi penengah.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/ (hrn/up)
News Feed