feed
Konsultasi Saraf
Dr. Michael Setiawan. SpS. Spesialis Saraf
Selasa, 17 Jul 2012 10:52 WIB

Bolehkah Saraf Diberi Vitamin E Campur Alkohol?

Ilustrasi (dok: Thinkstock) Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Salam sejahtera, dok saya mau bertanya bagaimana mekanismenya sel saraf yang diberi antioksidan berupa vitamin E (alfa tokoferol) dan telah dipapar etanol 96%. Kira-kira yang terjadi apakah bisa menyebabkan nekrosis atau apoptosis dan bagaimana keadaan sel tersebut?

Apakah bisa menyebabkan blebing pada sel tersebut atau bagaimana? Terimakasih dan mohon penjelasannya.

Balkis (Perempuan Menikah, 22 tahun), yummy_XXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 155 cm dan Berat Badan 40 kg

Jawaban

Sepanjang pengetahuan saya, alkohol dosis tinggi (etanol 96%) menyebabkan cedera pada sel karena menyebabkan dehidrasi sel dan presipitasi sitoplasma/protoplasma. Apabila alkohol dosis tinggi diinjeksikan di sekitar jaringan saraf, akan menyebabkan proses inflamasi dan kerusakan/degenerasi sel saraf (neurolysis).

Penggunaan etanol 96% untuk pengobatan biasanya untuk neurolysis pada jaringan saraf atau ganglion pada kasus nyeri yang tidak bisa sembuh dengan obat (misalnya pada nyeri kanker atau trigeminal neuralgia).

Vitamin E (tocopherol) merupakan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin E berfungsi sebagai anti oksidan dengan mengeliminasi radikal bebas. Sedangkan untuk efek vitamin E terhadap sel saraf yang terpapar etanol 96% sampai saat ini saya belum mendapatkan datanya.

Dr. Michael Setyawan SpS
Dokter spesialis saraf di Rumah Sakit Puri Indah Pondok Indah, Jl. Puri Indah Raya Blok S-2, Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Telepon: 25695222.



(up/ir)
News Feed