Dr. Andri Wanananda MS
Konsultasi Seksologi
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Kamis, 19 Apr 2018 10:35 WIB

Bentuk Mulut Rahim Terasa Berubah karena Dua Kali Keguguran

Keguguran dua kali dalam waktu dekat, wanita ini merasa bentuk mulut rahimnya berubah. Foto: ilustrasi/thinkstock Keguguran dua kali dalam waktu dekat, wanita ini merasa bentuk mulut rahimnya berubah. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Pada Januari 2017 saya mengalami keguguran di usia kandungan 5 bulan. Dan itu saya kurang tahu penyebabnya apa. Namun saat USG dokter bilang bahwa anak saya sudah tidak bernyawa. Lalu 3 bulan setelah saya melahirkan Januari itu, menstruasi saya selalu sakit. Khususnya di bagian perut kiri. Dan ketika saya USG ke dokter pada bulan Mei ternyata ada kehamilan 1 bulan dan kista coklat 7x8 cm.

Karena selalu menimbulkan rasa sakit akhirnya pada usia kehamilan 4 bulan saya menjalani oprasi kista ovarium dan berjalan sukses. Tapi setelah 2 minggu ketuban saya pecah dan bayi saya tidak dapat di tolong lagi. Setelah kehilangan bayi saya yang ke-2 ini saya merasa bahwa mulut rahim saya terasa tidak utuh, seperti ada yang cekung pada sisi mulut rahim saya. Apakah itu hanya sobek atau apa? Dan berbahaya kah?

Risma (Wanita, Menikah, 22 tahun)

Jawaban

Mengingat usia Anda, 22 tahun, relatif masih muda, terjadinya kehamilan yang sehat tetap akan Anda peroleh. Mulut rahim (Portio Cervix) yang terasa ada gangguan anatomis, tidak masalah selama darah saat haid masih lancar keluar, juga tidak akan mengganggu penetrasi penis ke dalam vagina, kerena letak mulut rahim jauh di hulu vagina.

Disarankan Anda dan suami berkonsultasi di klinik fertilitas di kota Anda, dengan tujuan akhir memperoleh keturunan yaitu bayi yang sehat. Diawali dengan pemeriksaan penyebab keguguran-berulang (Recurrent Abortion).

dr Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta. (mrs/mrs)
News Feed