Selasa, 21 Jun 2016 18:15 WIB

Ketika Seseorang Dikatakan Hiperseks, Apa Kriterianya?

Foto: thinkstock
Jakarta - Saya mau bertanya Dok, bagaimana kriteria ketika seseorang dikatakan hiperseks? Apakah benar hiperseks itu sebenarnya hanya labeling kita saja pada pasangan ketika kita tidak bisa mengimbangi gairah bercinta pasangan?

Fianti (Wanita, 30 tahun)
fian_tiXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi 172 cm, berat 70 Kg

Jawaban

Awal kata 'hiper', mempunyai konotasi frekuensi, intensitas yang berlebihan, misalnya 'hipertensi', tekanan darah tinggi yang dianggap penyakit yang berbahaya. Juga 'hiperthiroid', kadar hormon pada leher yang berlebihan, hingga jantung berdebar, berkeringat dan berat badan penderita penyakit ini menurun drastis.

Bagaimana dengan 'hiperseks'? Secara medis diartikan sebagai peningkatan frekuensi libido individu yang di atas rata-rata, hingga dirasakan tidak nyaman, karena mengganggu kegiatan rutinnya sehari-hari, juga membuat pasangannya tidak siap untuk selalu memenuhi hasrat birahinya.

Hal ini bisa terjadi pada individu dengan kadar hormon testosteron di atas kadar normal. Labeling Anda tentang hiperseks: 'ketidakmampuan mengimbangi hasrat seksual pasangan', lebih tepat dikategorikan sebagai: 'ketidakserasian hubungan seksual, yang membutuhkan waktu untuk proses adaptasi.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta. (hrn/vit)