Selasa, 12 Jul 2016 16:15 WIB

Dijodohkan dengan Lelaki yang Masa Lalunya Kelam, Apa yang Harus Dilakukan?

Foto: Thinkstock
Jakarta - Salam Mbak Wulan, langsung saja ya. Saya dijodohkan oleh orang tua saya dengan lelaki yang dulu saya kenal saat kecil. Tapi beberapa tahun lalu, dia pernah tersandung kasus hingga masuk penjara. Sebenarnya saya ada sedikit rasa pada lelaki ini tapi pengalaman masa lalunya itu yang mengganjal hati saya. Apa yang baiknya saya lakukan Mbak?

Tina (Wanita, 28 tahun)
tina_XXXXXXX@yahoo.com
Tinggi 170 cm, berat 67 kg

Jawaban

Dear Tina,

Terkadang kita memang tidak bisa memilih mau jatuh cinta kepada siapa, sayangnya cinta dan kompatibilitas dalam berhubungan belum tentu sejalan.

Memiliki pasangan yang pernah terjerat kasus pidana membutuhkan banyak pertimbangan tertentu. Berhubung Tina juga tidak menceritakan secara spesifik seperti apa kasus pidananya, peran ia dalam kasus tersebut, dst, tanyakan pada Tina pertanyaan-pertanyaan mendasar berikut sebagai bahan pertimbangan Tina dalam membuat keputusan ke depannya.

Apa yang ia lakukan sehingga ia masuk penjara? Bentuk kejahatan bisa sebagai bahan masukan Tina untuk melihat seperti apa dia. Contoh ekstremnya, membunuh orang karena tidak bisa mengelola emosi tentu saja akan berbeda dengan membunuh karena membela diri. Setiap kejahatan memiliki karakteristiknya sendiri, jadi sebaiknya Tina juga mencari tahu tentang profil orang yang biasa terlibat dalam kasus tersebut ya.

Pada usia berapa ia tersandung kasus tersebut? Terkadang, jika kejahatan tersebut terjadi pada masa remaja/anak, otak manusia masih berkembang dan mudah untuk terkena pengaruh dari lingkungan luar. Namun, semakin dewasa usianya di mana ia sudah dianggap bisa mengambil keputusan dan tanggung jawab atas perbuatannya tentu saja menjadikan kejahatan tersebut berbeda dan lebih memiliki potensi untuk terulang kembali.

Motif apa yang ia miliki sampai ia terjerat pada suatu kasus tersebut? Perubahan apa yang terjadi setelah ia masuk penjara? Setiap perbuatan, mulai dari hal sederhana sampai kompleks, tentu saja ada alasan atau motif dibelakangnya yang mendasari seseorang untuk melakukan sesuatu. Yang perlu digarisbawahi adalah bagaimana perubahan yang terjadi setelah ia mempertanggungjawabkan perbuatannya. Apa ia terbuka tentang kasus pidana yang ia lakukan dan apa yang sudah ia pelajari dari kejadian tersebut? Seseorang yang matang akan belajar dari pengalamannya, bagaimana hal tersebut berpengaruh terhadap hidupnya dan mau berbagi tentang apa yang ia pelajari.

Sambil menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini, kenali juga diri Tina, seperti apa yang Tina inginkan dalam hidup, pengalaman seperti apa yang Tina ingin rasakan ketika Tina berhubungan dengan orang lain, seberapa siap Tina menerima pasangan. Jujur kepada diri sendiri dan perjelas apa yang Tina inginkan terlebih dahulu, sehingga keputusan Tina juga memiliki dasar yang kuat. Bagaimanapun itu pilihan Tina kan? Apapun pilihannya, jalani konsekuensinya. Selamat memilih.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/ (hrn/vit)