Kamis, 21 Jul 2016 15:12 WIB

Ibu Mertua Ternyata Tak Sepenuhnya Merestui Pernikahan, Harus Bagaimana?

Foto: admin
Jakarta - Salam kenal Mbak Wulan. Saya sudah menikah selama 3 tahun dan beberapa waktu lalu saya baru tahu kalau ibu mertua saya sebenarnya tidak menyetujui pernikahan kami karena dia sudah menjodohkan suami saya dengan wanita pilihannya.

Lantas, apa yang bisa saya lakukan agar ibu mertua bisa menerima saya? Karena sampai saat ini pun ibu mertua masih suka mengungkit-ungkit soal wanita pilihannya. Suami saya sendiri meyakinkan saya bahwa kami tidak akan berpisah. Terimakasih.

Dewi (Wanita, 30 tahun)
dewi_XXXXXX@yahoo.com
Tinggi 169 cm, berat 54 kg

Jawaban

Dear Dewi,

Ketika membina rumah tangga, seseorang tidak hanya menikah dengan pasangannya tetapi juga menikahi keluarganya. Seperti layaknya pasangan, tentu saja tidak semua hal dari keluarganya kita sukai, begitu juga sebaliknya. Jadi, suka tidak menyukai di dalam bentuk hubungan apapun sebenarnya adalah hal biasa, terlepas dari mertua sebenarnya dari awal menyukai Dewi sebagai menantu atau tidak.

Saat ini suami sudah memilih Dewi sebagai pasangan ketimbang perempuan pilihan mertua, jadikan itu sebagai sumber kepercayaan dalam diri Dewi. Inget deh, dulu ketika Dewi memilih suami pertimbangannya banyak atau tidak? Tentu begitu juga dengan suami Dewi. Ia memilih Dewi, selain rasa cinta, tentu berdasarkan hal-hal lain yang mungkin tidak dilihat oleh ibu mertua.

Karena suami juga sudah meyakinkan Dewi bahwa kalian tidak akan berpisah, sebaiknya Dewi juga tidak mengungkit-ungkit permasalahan ini lagi. Para suami seringkali juga tidak merasa nyaman untuk ditanyakan hal seperti ini berulang kali. Karena terkesan istri tidak mempercayai bahwa suami memang menyayangi dan memilih dirinya, dan istri terkesan tidak mempercayai dirinya. Kalau diri sendiri saja tidak dipercaya, bagaimana bisa mempercayai orang lain?

Jika mertua menyatakan ketidaksukaannya atau membanding-bandingkan Dewi dengan perempuan pilihannya, cukup dibalas dengan memberikan perhatian yang lebih untuknya. Membanding-bandingkan terus sebenarnya bisa terjadi karena beberapa hal. Misalnya, si ibu merasa bahwa setelah menikah dengan Dewi, ia merasa kehilangan anak laki-lakinya. Atau bisa juga ada kualitas di dalam diri perempuan tersebut yang lebih ia sukai sebagai menantunya, dsb. Jadi, Bisa lho Dewi juga mencari tahu dan berkomunikasi apa yang menyebabkan mertua tidak menyukai Dewi.

Kalau masalahnya adalah mertua 'cemburu', bisa dikomunikasikan dengan pasangan bagaimana membuat suami juga tetap memiliki waktu untuk ibunya. Apapun itu, tunjukan kepada mertua kualitas Dewi sebagai perempuan yang dilihat oleh anaknya saat meminang Dewi, agar ia melihat bahwa anaknya tidak salah pilih. Kalau tetap nyinyir bagaimana? Ya tidak apa-apa.

Terkadang, kalau sudah terbiasa menyatakan ketidaksukaan, meskipun ada perubahan dan jadi menyukai Dewi, belum tentu mertua mengakui. Jadi, tetap lakukan yang terbaik yang bisa Dewi lakukan. Bukan untuk membuat Dewi menjadi terlihat lebih baik dari perempuan pilihan mertua, tetapi untuk menunjukkan kualitas Dewi sebagai perempuan yang memang layak dipilih oleh anaknya. Selamat menjadi lebih baik lagi ya, Dewi.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/ (hrn/vit)