Rabu, 03 Agu 2016 15:17 WIB

Istri yang Sakit Hati karena Diperlakukan Semena-mena oleh Suami

Foto: Thinkstock
Jakarta - Mbak Wulan, kami menikah tanpa proses pacaran yang lama. Saya langsung hamil dan suami meminta saya keluar dari pekerjaan agar lebih fokus mengurus rumah tangga.

Tapi semakin ke sini suami saya kok sepertinya semakin seenaknya sendiri. Dia tidak mau membantu pekerjaan rumah. Bahkan saat kami belanja di supermarket, dia sibuk dengan barang yang dia inginkan sementara saya harus belanja sambil menggendong anak. Kebetulan kami tidak memiliki asisten rumah tangga.

Cara bicara dia juga sering meremehkan. Mungkin karena mentang-mentang dia yang mencari nafkah dan memberi uang pada saya. Kadang ini membuat saya sakit hati, Mbak. Apalagi dia memang berasal dari keluarga kaya, sedangkan latar belakang keluarga saya biasa saja.

Apa saya sebaiknya kerja lagi ya Mbak, biar suami saya tidak seenaknya meremehkan saya? Tapi umur saya juga sudah tidak muda lagi.

Rizki (Wanita, 35 tahun)
Rizki.XXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi 160 cm, berat 53 kg

Jawaban

Dear Mbak Rizki,

Diremehkan oleh pasangan tentu menimbulkan perasaan tidak menyenangkan ya. Namun, biasanya orang yang mudah diremehkan atau mudah sakit hati karena perkataan orang lain adalah orang yang kurang percaya pada dirinya sendiri, lho.

Ucapan Anda 'Apalagi dia memang berasal dari keluarga kaya, sedangkan latar belakang keluarga saya biasa saja' seakan-akan membuat Anda merasa bahwa suami menganggap Anda layak diperlakukan demikian. Sedangkan, ketika Anda merasa perlu menyampaikan hal tersebut bisa menjadi salah satu indikator, meskipun tidak untuk membenarkan, bahwa Anda sebenarnya juga tidak percaya diri dalam menghadapi situasi yang ada. Lain kali, ketika pikiran seperti ini muncul, tanyakan lagi kepada diri sendiri ya, seperti 'terus kalo dia lebih kaya, kenapa? Apakah itu membuat saya jadi tidak layak diperlakukan dengan baik'?. Tentu saja ini untuk disampaikan kepada diri sendiri ya, bukan kepada pasangan. Mengubah kata-kata yang kita ucapkan kepada diri sendiri bisa berpengaruh terhadap kepercayaan diri kita juga.

Bekerja belum tentu membuat suami tidak meremehkan Anda lagi, tetapi paling tidak Anda punya kemandirian secara finansial. Selain itu, memiliki pekerjaan atau melakukan hal yang Anda sukai dan Anda tahu Anda bagus dalam mengerjakan hal tersebut, dapat meningkatkan kepercayaan diri Anda. Kepercayaan diri membuat Anda waspada untuk membuat batasan dimana Anda perlu mendengarkan perkataan orang lain dan menjadikan hal tersebut sebagai masukan atau perkataan mana yang tidak perlu Anda masukkan ke dalam hati.

Jika awalnya Anda berhenti bekerja untuk lebih bisa mengurus anak, bukan berarti Anda tidak bisa bekerja dari rumah. Sudah banyak sekali pekerjaan saat ini yang bisa dilakukan dari rumah. Anda yang lebih mengenali diri Anda sendiri dan mengetahui kelebihan apa yang bisa Anda lakukan. Kalau ada kata-kata dalam diri meragukan bahwa usia Anda sudah tidak muda lagi, ingat ya, katakan 'so, what?' dan mulai lakukan apa yang bisa Anda lakukan.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/ (hrn/vit)