Kamis, 04 Agu 2016 16:15 WIB

Istri Selalu Pura-pura Orgasme karena Suami Sering Ejakulasi Dini

Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Salam Mbak, saya mau bertanya bagaimana caranya untuk berbicara kepada suami kalau selama ini dia ada masalah dengan fungsi seksualnya. Jujur saya merasa suami mengalami ejakulasi dini tapi saya tidak berani menyatakan itu. Sehingga, selama ini saya selau berpura-pura orgasme padahal saya tidak pernah merasa puas. Tks Mbak.

Tia (Wanita, 29 tahun)
Tiana_XXXXXX@yahoo.com
Tinggi 165 cm, berat 50 Kg

Jawaban

Dear Mbak Tia,

Tentu tidak mudah ya menjadi Anda untuk keinginan berterus terang dan menjaga perasaan suami di saat yang bersamaan.

Sebelum melanjutkan, saya mau menyamakan persepsi kita dulu mengenai apa yang disebut dengan ejakulasi dini. Secara umum, suatu kondisi disebut ejakulasi dini jika seseorang tidak mampu bertahan/ejakulasi kurang 2/3 menit setelah berhubungan, ejakulasi sebelum 10-20 goyangan, atau ejakulasi seketika saat melakukan penetrasi.

Saya tidak mendapatkan gambaran sudah berapa lama ini terjadi, jika Anda baru saja menikah dan ini adalah pertama kalinya Anda dan pasangan melakukan hubungan seksual, euphoria penetrasi bisa menjadi penyebab ejakulasi dini. Namun, seiring berjalannya waktu dibarengi dengan edukasi mengenai seks, biasanya endurance-nya akan semakin bertambah baik, sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai ejakulasi dini lagi.

Sebelum menyatakan kepada suami tentang masalah ejakulasi dini, sebaiknya langkah pertama yang sebaiknya Anda lakukan adalah memastikan apakah suami termasuk di dalam kriteria terjadinya ejakulasi dini. Jika ini yang terjadi, sudah berapa lama Anda menikah? Sudah berapa lama ini berlangsung? Apakah terjadi secara tiba-tiba atau sejak awal perkawinan? Ketika Anda melakukan hubungan seksual lebih dari satu kali dalam satu waktu, kondisi ini tetap terjadikah?

Bagi pria, memiliki endurance atau ketahanan dalam melakukan hubungan seksual merupakan suatu pencapaian, maka dari itu biasanya pria akan dengan mudah menyadari adanya masalah / kondisi ejakulasi dini, apalagi jika kondisi ini sudah berlangsung lama. Namun, jika pasangan tidak menyadari hal ini, ini yang menimbulkan pertanyaan. Apakah karena ia merasa bahwa Anda masih bisa menikmati hubungan seksual, maka suami jadi tidak menyadari atau tidak mempermasalahkan kondisi ini? Atau memang kurangnya edukasi dan pengalaman mengenai hal ini.

Langkah kedua, biasanya ejakulasi dini juga bisa disebabkan karena adanya masalah atau stres yang berkepanjangan. Tidak ada salahnya Anda dan pasangan memulainya dengan obrolan ringan, dan kemudian dilanjutkan dengan pijatan ringan. Lihat apakah dengan kondisi yang lebih santai, ada perubahan dalam hubungan seksual yang Anda alami.

Setelah itu, langkah ketiga yang perlu Anda lakukan adalah berhenti berpura-pura bahwa Anda mendapatkan orgasme. Lihat bagaimana respon pasangan ketika mengetahui Anda belum mencapai kepuasan. Dari sini Anda bisa masuk untuk memulai pembicaraan dengan pasangan, misalnya 'Mas, aku belum dapet, gimana caranya ya supaya aku bisa cepet dapet supaya bisa barengan dapet sama kamu?'.

Hindari kalimat yang bernada menyalahkan dan merendahkan, dan buka kesempatan untuk mendiskusikan hal-hal yang bisa dilakukan. Misalnya, Anda bisa mengajukan untuk melakukan foreplay lebih lama, atau eksplorasi melakukan posisi-posisi atau aktivitas seksual lain yang dapat membuat Anda mendapatkan orgasme tanpa melakukan penetrasi. Karena tiap perempuan mempunyai daerah sensitif berbeda-beda,seperti payudara, vagina, belakang telinga, G-spot, dan perut. Perempuan bisa mengomunikasikan daerah terangsangnya tersebut kepada suami agar mengetahui dan distimulasi. Disini Anda dan pasangan memang dituntut untuk kreatif. Hal ini perlu dilakukan di awal, sehingga ketika Anda membicarakan tentang masalah ejakulasi dini, jika memang ternyata sesuai dengan kriteria yang ada, ia mengetahui bahwa Anda membuka opsi lain hal-hal yang bisa dilakukan bersama untuk dapat saling memuaskan.

Ketika memulai pembicaraan, awali dengan menyatakan hal-hal yang Anda kagumi dan Anda lihat dari dia sebagai seorang laki-laki, dan apa yang akan Anda tanyakan selanjutnya tidak akan membuat ia menjadi kurang laki. Hindari untuk menyatakan kekecewaan Anda dan menyarankan untuk melakukan pengobatan. Tidak mudah bagi laki-laki untuk mengakui dan menerima dirinya memiliki masalah seksual. Tawarkan apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu dan katakan bahwa Anda terbuka dan melihat ini sebagai suatu kesempatan untuk mengekslorasi kehidupan seksual kalian.

Namun, jika respon suami ternyata cuek dan tidak peduli, ada kemungkinan yang menjadi masalah bukanlah ejakulasi dini, melainkan kekurangpekaan suami akan kebutuhan istri untuk merasakan orgasme dalam hubungan seksual. Lakukan dulu tahapan di atas ya. Komunikasi mengenai hal yang berhubungan dengan seksual memang tidak mudah. Namun, berdasarkan pengalaman, jika pasangan suami istri sudah dapat mengkomunikasikan keinginan dan kebutuhannya dalam hal seksual, biasanya komunikasi dalam hal lain juga akan membaik. Jika masih mengalami kesulitan, silakan mengirimkan email kembali. Selamat berkomunikasi.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/ (hrn/vit)