Selasa, 16 Agu 2016 16:48 WIB

Istri Meminta Suami Menikah Lagi karena Belum Juga Punya Momongan

Ilustrasi istri sedih (Foto: Thinkstock) Ilustrasi istri sedih (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Mbak, saya sudah menikah 12 tahun dan belum kunjung punya anak. Istri pun terang-terangan mengizinkan bahkan menyuruh saya untuk menikah lagi. Meski dia bilang dia ikhlas, saya tahu dia pasti tidak sepenuhnya ikhlas. Apa yang harus saya lakukan Mbak? Sejujurnya saya tak masalah meski kami belum punya anak dan tidak ada niatan menikah lagi. Keluarga besar kami pun biasa saja. Hanya saja, yang saya lihat istri seperti merasa amat bersalah dan terbebani.

Hamid (Pria, 38 tahun)
abd_XXXXXX@ymail.com
Tinggi 171 cm, berat 64 Kg

Jawaban

Dear Mas Hamid,

Tekanan belum memiliki anak memang biasanya paling berat memang biasanya dari diri sendiri, ketimbang dari pasangan ataupun keluarga. Perempuan memang cenderung menyalahkan dirinya sendiri ketika dalam pernikahannya belum juga dikaruniai keturunan. Mereka seringkali merasa berlum menjadi istri dan perempuan seutuhnya ketika belum hamil dan melahirkan seorang bayi. Selain perasaan bersalah, perempuan yang belum memiliki keturunan seringkali mengalami kekhawatiran yang berlebihan terhadap pasangan, seperti akan meninggalkan istri dan hubungan berakhir. Hal ini yang terkadang memicu para istri untuk mengijinkan suami menikah lagi. Meskipun tidak mudah, namun ia tidak kehilangan pasangannya.

Hal yang dapat Anda lakukan pada situasi ini adalah memberi dukungan secara emosional kepada istri Anda. Dengarkan kekhawatiran dan hal yang ia pikirkan tentang dirinya sendiri ketika ia tidak kunjung hamil. Setelah 12 tahun menikah, saya percaya Anda berdua telah melakukan banyak hal atau usaha untuk memiliki anak. Beri penguatan bahwa tidak memiliki anak bukan berarti ia menjadi perempuan yang 'tidak utuh' dan bagaimana perasaan Anda terhadap hal tersebut. Misalnya, dengan istri Anda mengijinkan Anda menikah lagi, Anda tahu bahwa istri Anda sangat mencintai Anda dan begitu pula yang Anda rasakan terhadap dirinya. Kehadiran seorang anak tentu akan menambah banyak cinta, tetapi ketidakhadirannya tidak akan mengurangi cinta yang Anda rasakan untuk istri Anda.

Ajak istri untuk melakukan hal-hal yang ia sukai dan bisa membuat ia merasa senang dan tenang. Dalam hubungan suami istri, lakukan foreplay yang panjang yang membuat istri merasa nyaman dan santai. Seringkali, ketika ada keinginan yang begitu besar untuk memiliki anak, hubungan suami istri menjadi kehilangan maknanya. Ketimbang sebagai sarana untuk mencurahkan kasih sayang, tetapi jadi menjadi 'alat' untuk memiliki anak dan tekanan ini juga bisa menghambat terjadinya pembuahan. Jika cara ini masih ini belum berhasil, buka alternatif-alternatif yang bisa dilakukan untuk memiliki anak. Misalnya, mengadopsi bayi.

Waspadai gejala depresi, seperti kurangnya nafsu makan, sulit tidur, emosi yang tidak terkendali (misal, tiba-tiba menangis ketika mendengar berita tentang kehamilan orang lain, melihat gambar anak-anak, dsb), menghindari situasi sosial yang mengingatkan ia belum memiliki anak, dsb. Libatkan keluarga besar ketika gejala ini mulai terlihat untuk memberikan dukungan dan penguatan. Jika hal ini terjadi secara konsisten, sebaiknya konsultasikan kepada profesional terdekat.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/ (hrn/vit)